Datang Dari Thailand demi Psikologi Positif

Datang Dari Thailand demi Psikologi Positif

Semua ilmu yang diterima di kelas terkadang harus dikembangkan agar materi yang di dapat lebih kaya dan berkualitas. Karena itulah Fakultas Psikologi Saint Louis College University Thailand, bekerja sama dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya mengadakan “Student Exchange Program” guna mengembangkan ilmu dan metode pembelajaran psikologi.

“Tujuan program ini sendiri lebih ke arah mengenalkan kehidupan pembelajaran di Fakultas Psikologi Widya Mandala, juga mengenalkan culture Indonesia kepada mereka” ujar Andhika Alexander Repi yang lebih akrab disapa Kandy selaku Ketua Program Student Exchange.

Tepat 14 Juli 2016 sekitar jam 10.00 pagi, Saint Louis College yang diwakili oleh Wipaporn Aunjaroenkul atau lebih akrab disapa Ting, dan Nungruthai Auekanokphan yang akrab disapa Bow, didampingi oleh dekan Fakultas Psikologi Saint Louis College University yaitu Chukiat Chakchaichon atau Mr.Chu tiba di Surabaya. Mereka berada di Surabaya hingga 27 Juli 2016. Tujuan mereka adalah untuk mencari ilmu – ilmu baru untuk mengembangkan Universitas mereka.

Acara “Student Exchange Program” dibuka dengan pertemuan dengan rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan makan siang bersama peserta Student Exchange dengan mahasiswa, dosen, dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Mr.Chu menuturkan UKWMS memiliki lebih banyak fasilitas dan metode pembelajaran dibandingkan dengan mereka. “Para mahasiswanya sangat hangat, dan saya berharap kunjungan ini bisa bermanfaat bagi universitas saya’ kata Mr.Chu.

Selain mengunjungi kampus – kampus UKWMS, mereka juga berkunjung ke beberapa tempat – tempat wisata dan pusat oleh – oleh di Surabaya. Angela Pramasdwita yang biasa disapa Ela selaku fasilitator menuturkan bahwa dengan adanya kunjungan ke tempat wisata seperti Monumen Kapal Selam, Taman Mangrove dan Gereja Kepanjen, mereka bisa mengenal tempat wisata di Surabaya sekaligus memahami sejarah dari tempat – tempat tersebut.

Selain itu, pada tanggal 20 juli 2016 mereka menyempatkan untuk mengunjungi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang di mana mereka belajar tentang Psikologi Klinis. Ting khususnya terlihat antusias ketika berada disana karena sesuai dengan bidang minat yang dia ambil. Di RSJ Lawang mereka menginap untuk satu malam dan melanjutkan perjalanan ke Kampoeng Kidz. “Rumah Sakit jiwa di sini sama dengan Thailand, tapi di Thailand kebanyakan pasiennya adalah mantan pengguna obat terlarang” ujar Ting.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kampoeng Kidz. Para peserta diajak untuk mengikuti kegiatan sehari – hari siswa SMA Selamat Pagi Indonesia. Bow yang mengambil bidang minat Entrepreneurship Psychology mengaku sangat antusias karena cocok dengan bidang minatnya, dia juga ingin banyak belajar mempraktikkan wirausaha psikologi untuk melanjutkan bisnis keluarganya di bidang ekspor makanan instan dari bahan kelapa ke Amerika Serikat. Selain itu, di kampoeng kidz mereka juga disuguhkan pertunjukan “Rise of the Legend” yang mengajarkan kita untuk jangan takut untuk meraih mimpi.“Saya mendapat banyak pembelajaran tentang Entrepreneurship disini, dan pertunjukan “Rise of the Legend” sangat bagus,” tambah Bow.

Farewell Party

Diakhir acara kunjungan masih ada acara “Farewell Party”. Acara ini digunakan sebagai pertukaran budaya Indonesia dan Thailand juga sebagai penutup acara Student Exchange Program. Farewell party SEP dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakutas Psikologi, Florentina Yuni Apsari dan testimoni dari perwakilan Saint Louis College. Yuni menuturkan bahwa dia sangat senang dengan program Student Exchange ini karena banyak memberikan pembelajaran serta pengalaman baru bagi Fakultas Psikologi UKWMS dan juga Saint Louis College.

“Saya juga sangat senang karena selain semua mahasiswa dan dosen UKWMS sangat antusias, saya juga mendapat banyak pengalaman baru. Saya berharap saya juga bisa memberikan yang terbaik seperti yang kalian berikan,” tambah Mr.Chukiat.

Sambutan dilanjutkan dengan penampilan drama “Jaka Tarub” dari UKM 3 UKWMS. Dimana drama tersebut menceritakan kisah cinta seorang pemuda bernama Jaka Tarub dan bidadari bernama Nawang Wulan yang dikemas dengan humor. Para mahasiswa dari Saint Louis College maupun dari UKWMS terlihat menikmati dan tertawa bersama menikmati drama yang disuguhkan.

Performance yang bagus, sangat menghibur” ujar Rony Chandra, selaku anggota Badan Perwakilan Mahasiswa UKWMS. Setelah melihat penampilan drama, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama. para mahasiswa saling membaur dengan mahasiswi dari Thailand sambil menyantap hidangan yang tersedia dengan lahapnya. Puas menyantap hidangan makan malam, tibalah penampilan dari Saint Louis College. Mereka membawakan tarian tradisional dari Thailand. Mereka menari menggunakan baju adat atau baju tradisional Thailand. Tepuk tangan meriah mengiringi akhir tarian yang dibawakan mahasiswa Saint Louis College.

“Sangat bagus, mereka tampil begitu anggun, saya merasa takjub, jika dilihat dari jadwal mereka yang begitu sibuk dan mungkin tidak ada tempat ataupun waktu untuk berlatih, penampilan mereka begitu bagus” ujar Ivan Koerniawan, selaku fasilitator.

Kali ini tak hanya para mahasiswa yang wajib menampilkan peforma mereka. Fasilitator juga wajib memberikan penampilannya. Ini membuat acara semakin seru saja. Para fasilitator membawakan tarian tradisional “Gemu fa mi re” dari daerah Maumere, Nusa Tenggara Timur dan “Poco – poco”. Mereka tak hanya menari sendirian, namun mereka mengajak beberapa orang ke depan utuk ikut menari bersama, termasuk Mr.Chu, Ting, dan Bow. Mereka menari dan tertawa lepas menikmati acara ini. “Penampilan yang bagus, sangat menyenangkan,” kata Mr.Chu

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Kuncoro Foe, Rektor UKWMS kepada Dekan dari Saint Louis College, Mr. Chukiat. Cinderamata yang diberikan adalah boneka Peka Bird, yaitu boneka maskot UKWMS. Para mahasiswa juga menyempatkan diri berfoto dengan Mr. Chu, Ting, dan Bow. “Terima kasih banyak, ketika saya bersama kalian saya sangat senang, kalian selalu menjaga saya, dan banyak memberikan saya pengetahuan baru. Saya akan merindukan kalian” tutur Ting. (Daniel Kristianto)