Deteksi Dini “Si Pencuri Penglihatan”

Deteksi Dini “Si Pencuri Penglihatan”

(UKWMS – 25/10/2018) – Penyuluhan dan Skrining Katarak dan Glaukoma untuk para dosen dan tenaga kependidikan Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) dilaksanakan pada Jumat, 25 Oktober 2019 di Auditorium Benedictus UKWMS Kampus Dinoyo. Sebelumnya, pemeriksaan ini telah diadakan di UKWMS Kampus Pakuwon City pada, Jumat (18/10) lalu. Pemeriksaan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Dies Natalis UKWMS ke-59, dan juga memperingati World Sight Day (Hari Pengelihatan Sedunia) yang diperingati setiap hari Kamis minggu kedua Bulan Oktober.

Siang itu, kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai penggambaran glaukoma. Dr. Titiek Ernawati, dr., Sp. M., selaku pembicara yang merupakan dosen FK UKWMS memaparkan bahwa Glaukoma atau biasa di sebut “Si Pencuri Penglihatan” adalah neuropati optik kronis yang ditandai oleh adanya pencekungan (cuping) diskusoptikus, penyempitan lapang pandang, dan biasanya disertai peningkatan tekanan bola mata yang menyebabkan fungsi mata menurun (cacat lapang pandang), kerusakan anatomi (degenerasi papil saraf optik) bahkan kebutaan.

IMG20191025125320

Penderita Glaukoma diseluruh dunia pada tahun 2010 mencapai 60,5 juta jiwa, dan terus mengalami peningkatan sampai dengan saat ini. Bahkan, Glaukoma merupakan penyebab utama kedua kebutaan di dunia setelah katarak dan bersifat menetap. Di Negara berkembang, 90% penderitanya tidak menyadari bahwa menderita Glaukoma, bahkan sekitar 20% pelaksanaan terapi yang benar tetap mengalami kehilangan penglihatan. “Di Indonesia sendiri Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan nomor dua setelah katarak. Empat sampai lima dari seribu orang di Indonesia menderita Glaukoma. Oleh karena itu, melalui pemeriksaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mata,” ujar Dr. Titiek.

IMG20191025124923Usai penyuluhan, selanjutnya para dosen dan tenaga kependidikan yang sebelumnya telah mendapat nomor antrian menunggu untuk diperiksa oleh tim dokter dari FK UKWMS. Terdapat 20 dokter yang siaga bertugas untuk membantu peserta pemeriksaan sebanyak 150 orang. Pada tahap pertama, peserta akan di tes visus atau ketajaman pengelihatan secara normal menggunakan alat Snellen Test Chart. Kemudian peserta melakukan tes tonometri atau tekanan bola mata. Pengukuran tekanan (intraocular) mata ini adalah untuk mengenali kehadiran glaukoma, kondisi yang merusak saraf optik. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat non-contact tonometry. Pemeriksaan terakhir adalah tes funduskopi atau oftalmoskopi dengan menggunakan alat oftalmoskop untuk memeriksa bagian dalam dan belakang mata termasuk cakram optik, retina dan pembuluh darah. (mea/red1)