ICAEW: Akuntan Harus Profesional

ICAEW: Akuntan Harus Profesional

(UKWMS-30/4/2019) – Guna memfasilitasi mahasiswa Akuntansi S1 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dalam mengembangkan potensi di level Internasional, UKWMS melalui Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis melakukan penandatanganan MoU dengan The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW). MoU yang juga dibarengi dengan Kuliah Tamu ini dilaksanakan di ruangan A201 Kampus UKWMS Dinoyo. Mark Billington, FCA selaku Direktur Regional ICAEW Asia Tenggara, Singapura didampingi Denny Poerhadiyanto selaku Ketua ICAEW Indonesia hadir langsung, bahkan keduanya kompak mengenakan baju batik.

Sebelum memulai MoU, Dekan Fakultas Bisnis UKWMS, Dr. Lodovicus Lasdi, MM., Ak., CA., CPAI., menyampaikan sambutannya. “Kerja sama ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan mahasiswa kita di era digital dalam akuntansi. Terlebih materi dari Mr. Mark nanti akan membuka wawasan internasional mahasiswa mengenai pentingnya akuntan,” ucapnya.  Kerjasama yang dijalin tentunya akan sangat membantu mahasiswa dalam melakukan ujian sertifikasi profesi, mengikuti kompetisi akuntansi, studi banding ke luar negeri, hingga magang. Ia juga menyampaikan bahwa setelah ini akan dibuka International Undergraduate Program yang dapat menjadi bekal mahasiswa untuk berkarya di dunia akuntan internasional.

Usai menyampaikan sambutan, prosesi penandatanganan MoU dimulai. Dari pihak UKWMS diwakili oleh Dr. Lodovicus Lasdi dengan Patricia Febrina Dwijayanti, SE., M.Sc., selaku Ketua Jurusan Akuntansi, dan dari pihak ICAEW oleh Mark Billington, FCA dan Denny Poerhadiyanto.

Berlanjut dengan kuliah tamu, Mark menjelaskan bahwa mahasiswa harus memiliki pandangan ke depan, bahkan hingga ke tahun 2050. Ia meminta mahasiswa untuk memikirkan tujuan hidup mereka, agar dapat melakukan tindakan untuk mempersiapkan hal tersebut. “Salah satu hal yang harus dipersiapkan dan harus dimiliki seorang akuntan adalah sikap profesional. Profesional berarti melakukan segala sesuatu yang benar meskipun tidak ada orang yang memperhatikan. Dengan begitu, kemampuan profesionalitas kita akan berkembang dan menjadi long-life skills atau kemampuan yang berguna sepanjang hayat,” jelas Mark. Pesatnya perkembangan teknologi tentu memunculkan berbagai kesempatan baru. Maka, menjadi seorang akuntan harus mudah beradaptasi dengan berbagai situasi dan juga teknologi.

Bagi Mark, satu hal yang tidak berubah dari dulu hingga sekarang yang sangat dibutuhkan dalam kesuksesan, yaitu kepercayaan. “Kalau kalian semua ingin sukses, maka buatlah orang-orang percaya padamu,” katanya. Ia menutup kuliah tamu dengan satu kutipan dari Theodore Roosevelt yang berbunyi demikian, “We cannot always build a future for our youth, but we can always build our youth for the future”, yang artinya Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk masa muda kita, tetapi kita bisa membangun masa muda untuk masa depan kita. Di sesi terakhir, Denny memberikan materi singkat mengenai peran kerjasama ICAEW dengan universitas yang ada di Indonesia, termasuk persiapan dalam menghadapi sertifikasi akuntansi.