Kiprah Bahasa Indonesia di Amerika Serikat

Kiprah Bahasa Indonesia di Amerika Serikat

 (UKWMS-20/8/2016) – Student Lounge Pascasarjana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dipadati oleh puluhan Mahasiswa Pascasarjana Bahasa Inggris (MPBI). Mereka tak sabar untuk mengikuti kuliah tamu dan mendengarkan berbagai pengalaman seorang dosen yang mengajarkan Bahasa Indonesia (BI) di University of California, Los Angeles (UCLA) yaitu Juliana Wijaya, PhD. Ia hadir sebagai pembicara dan didampingi oleh  moderator Prof. Anita Lie, Ed.D selaku Direktur Program Pascasarjana UKWMS.

Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa nasional Negara Indonesia berpuluh  tahun lalu di Nusantara, tepatnya pada 28 Oktober 1928. Kini bahasa Indonesia digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Tak hanya digunakan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri, BI telah berkiprah hingga ke mancanegara salah satunya ialah Amerika Serikat. Hal ini menarik untuk diperbincangkan karena ada cukup banyak orang yang tertarik untuk belajar BI di negeri Paman Sam yang serba berbahasa Inggris.

Kuliah tamu kali ini mengangkat tema “Thematic and Content Based Curriculum”. Juliana berbagi ilmu kepada para peserta dari MPBI tentang bagaimana cara ia mengajarkan BI kepada mahasiswa yang berasal dari berbagai negara seperti Korea, Malaysia, Australia, dan Amerika itu sendiri. Juliana berasal dari latar belakang Ilmu Bahasa dan mulai mengajarkan BI sejak 2005 silam, merupakan suatu hal yang menantang bagi dirinya saat itu.

Ketika mengajarkan BI, agar lebih sesuai Juliana mempelajari disiplin ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut karena mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti Arsitek, Ekonomi, Agama, Budaya, Geografi, dsb. Namun Juliana juga menekankan untuk mengajarkan tentang bahasa itu sendiri, bukan mengenai displin ilmu lain secara mendalam. Ia mengungkapkan, saat mengajar ia hanya mengambil topik bahasan secara umum saja. “Misalnya ketika saya mengambil topik tentang arsitektur, maka yang saya ajarkan adalah seperti bagaimana membangun bangunan di Bali, atau mengapa tidak boleh membangun gedung yang sangat tinggi di Bali.”

Dalam kelas BI, Juliana menuturkan bahwa terdapat 4 tingkatan dalam mempelajari BI yaitu dimulai dari Beginning level, Intermediate, Advanced, Advanced High-Superior. Pada tingkatan beginning, para mahasiswa diajarkan membuat kata – kata sederhana, dan gabungan kata yang meliputi nama hari, tanggal, waktu, nama tempat, nama transportasi. Meskipun terlihat mudah pada tingkatan beginning namun Juliana mengajarkan sesuai konteksnya, ia mengungkapkan bahwa “Ketika mengajarkan saya tidak memilih kata – kata yang berhubungan dengan cerita anak – anak, karena hal tersebut sangat tidak relevan, tetapi saya memilih kata – kata yang membuat para mahasiswa sangat tertarik seperti mempelajari Pulau Jawa”.

Kemudian pada tingkatan Intermediate, para mahasiswa diajarkan membuat kalimat sederhana, dan paragraf sederhana yang meliputi deskripsi aktivitas, rencana liburan. Kemudian di tingkatan Advanced, diajarkan membuat gabungan antar paragraf meliputi deskripsi tempat – tempat menarik di Indonesia, seperti museum, pasar, jembatan, hingga memberikan rekomendasi tempat perjalanan menarik. Dan yang terakhir adalah tingkatan Advanced High-Superior, yang merupakan tingkatan paling susah. Para mahasiswa diajarkan untuk membuat suatu rangkaian paragraf, mendiskusikan topik menggunakan BI, debat, berpendapat.

Dalam perjalanannya mengajar para mahasiswa, Ia berharap dapat terus mendorong para mahasiswa UCLA agar tertarik dan antusias dalam belajar BI. Sehinnga ketika berada di Indonesia dapat berbicara dengan lancar, dan tidak kebingungan dalam berbahasa Indonesia. “Banyak dari mereka yang ingin belajar BI karena hal penelitian, Indonesia sangat kaya topik untuk penelitian, alamnya indah, dan  budayanya kaya” ujar Juliana. (Veronica Amelia/Red)Juliana memberikan materi kepada peserta dari MPBI Sekolah Pascasarjana UKWMS