Limunizer dari Limbah Kulit Buah Lemon

Limunizer dari Limbah Kulit Buah Lemon

(UKWMS-7/4/2017) Ide dan kreatifitas dapat diperoleh dari mana dan kapan saja. Ya, Putu Anugerah Pradipta, Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), menemukan ide unik membuat ‘Formulasi Sediaan Hand Sanitizer dari Ekstrak Kulit Buah Lemon dengan Menggunakan Carbopol Ultrez 20 sebagai Gelling Agent.’ Ide itu ia dapatkan saat ia pergi ke pasar dan melihat berbagai macam buah jeruk, dan dari situlah ia jatuh hati dengan buah lemon karena baunya yang khas.

“Selain karena saya suka baunya, saya juga berpikir ke mana kulit lemon ini setelah digunakan. Sehingga saya berpikir untuk memanfaatkan kulit buah lemon menjadi sebuah produk kosmetik,”ujar Putu. Mengingat kulit buah lemon sebagai limbah ternyata memiliki khasiat sebagai antibakteri sehingga mampu meningkatkan nilai manfaatnya bila sudah dikemas dalam bentuk produk perawatan tangan yang higienis. Sekalipun di pasaran telah banyak jenis produk hand sanitizer tetapi Limunizer punya keunggulan dari aspek efektivitasnya karena benar-benar menggunakan bahan baku limbah kulit lemon, tidak sekedar aromanya saja.

Gebogan berisi buah lemon yang menjadi bahan baku Limunizer
Gebogan berisi buah lemon yang menjadi bahan baku Limunizer

Proses pembuatan hand sanitizer cukup mudah. Diawali dengan mencuci limbah kulit buah lemon hingga bersih, lalu dikeringkan. Kulit buah lemon kering tersebut kemudian dijadikan serbuk halus dan dimaserasi (perendaman dalam etanol). Sarinya yang berwarna kuning jernih lantas diambil dan diuapkan hingga mengental menjadi kecoklatan, siap dijadikan hand sanitizer. Carbopol ultrez 20 dan trietanolamin dipergunakan untuk membentuk tekstur kental tersebut. Bentuk gel sengaja dipilih karena mudah untuk dipergunakan dan tidak meninggalkan kesan lengket.

Penelitian yang dilakukan selama 5 bulan tersebut, kini menghasilkan sebuah produk yang diberi nama ‘Limunizer’. “Saya berharap agar produk hand sanitizer ini bisa dimanfaatkan atau dipakai oleh masyarakat. Tentu ke depan harus dilakukan pengembangan lebih lanjut terutama dari sektor produksinya,” tandas pria kelahiran Surabaya, 27 November 1995, yang mengaku ingin berwirausaha di bidang farmasi tersebut. (epb/Red)