Olah Ronde Hingga Makan Sate Ayam

Olah Ronde Hingga Makan Sate Ayam

Sebanyak 20 orang mahasiswa dari negara Jepang dan Taiwan berkunjung ke Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Problem Based Learning (PBL) yang diadakan UKWMS setiap tahunnya. PBL merupakan kegiatan pembelajaran dengan melihat permasalahan yang ada di sekitar, untuk kemudian bersama-sama mencari solusinya. Tahun ini kembali bergabung dari Osaka Institute of Technology (OIT) Jepang, National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dan ditambah Shibaura Institute of Technology (SIT).

Kerja sama yang diinisiasi oleh Fakultas Teknik UKWMS ini juga turut melibatkan beberapa fakultas seperti Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kewirausahaan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom). Tema PBL tahun ini adalah Biodiveristy as Sustainable Development in Energy and Economic Sectors. Kegiatan berlangsung sejak 16 – 22 Februari 2019.

Antusiasme peserta PBL tak luput dari raut wajah mereka, salah satunya saat mengikuti kegiatan yang diadakan di FTP. Bersama beberapa mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan FTP, para delegasi Jepang dan Taiwan mendapat kesempatan untuk mengolah produk pangan tradisional Indonesia, yaitu Ronde dan Wedang Jahe. Satu persatu mendapat giliran untuk mencoba mengolah produk Ronde dan Wedang Jahe mulai dari bahan baku hingga produk akhir. “Ronde dan Wedang Jahe selain sebagai produk pangan tradisional khas Indonesia juga memberi manfaat bagi tubuh saat dikonsumsi. Tidak hanya itu, aroma yang dihasilkan saat membuat wedang jahe juga menjadi pokok bahasan dalam kegiatan PBL tahun ini,” ujar Yohanes Tandoro, S.T.P., dosen FTP UKWMS.

Jahe merupakan salah satu bukti keanekaragaman hayati di Indonesia. Kandungan nutrisinya yang tinggi membuat Jahe memiliki nilai tinggi apabila dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam jahe terdapat senyawa ester, yaitu senyawa kimia yang dapat menghasilkan aroma yang wangi. Beberapa rantai karbon yang terdapat pada senyawa ester bersifat larut dalam air dan sisanya tidak larut. Beberapa senyawa ester dapat digunakan sebagai flavoring agent (pembentuk aroma pada bahan pangan). Dalam pengembangan pemanfaatan suatu produk yang berhubungan dengan ester, flavour merupakan salah satu faktor penentu suatu produk baik pangan maupun non pangan.

_DSC0229

Setelah belajar mengenai karakteristik dan pengembangan produk ester, FTP juga mengajak para peserta PBL untuk menikmati hidangan khas Indonesia yaitu Sate Ayam dengan Lontong, serta jajanan Putu Ayu. Selain itu, para peserta PBL juga dapat menikmati wine buah lokal Indonesia yang diolah FTP UKWMS. Raika Tsuta, salah satu mahasiswa dari SIT mengaku suka dengan sate ayam. “Saya suka sekali satenya, apalagi dengan bumbu kacangnya,” ujarnya.

 

Kenali Strategi dalam Beriklan

Advertising atau periklanan merupakan suatu kegiatan atau usaha yang banyak digunakan oleh berbagai macam industri di seluruh dunia untuk mempromosikan suatu produk. Berbagai macam cara dapat kita lakukan untuk menawarkan suatu produk pada konsumen, baik melalui media sosial maupun media cetak.

Bersama Fikom UKWMS, para peserta PBL mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop bertajuk How to do Advertising di ruang A201 UKWMS, Kampus Dinoyo. Menggandeng Sam Design, hadir sebagai pemateri yaitu Chitra Astriana, MA.

Pada workshop tersebut, Chitra memberikan beberapa contoh advertising produk yang memanfaatkan senyawa ester. “Seringkali kita temui berbagai macam produk yang memanfaatkan senyawa ester, contohnya parfum, sampo, sabun mandi, produk pangan, dan sebagainya. Tetapi apakah semuanya ditawarkan dengan cara yang sama? Tentunya tidak,” ujarnya.

Chitra menjelaskan bahwa dalam persaingan pasar, suatu industri harus pandai mengambil kesempatan dan mencari peluang. Tidak semua produk harus diiklankan secara besar-besaran maupun dijelaskan detil komposisi produk yang ditawarkan. “Contohnya produk sampo, tidak dijelaskan bahwa produk tersebut juga memanfaatkan senyawa ester untuk menghasilkan aroma yang wangi. Tetapi, mereka lebih fokus menunjukkan manfaat dari sampo tersebut. Misalnya membuat rambut tampak lebih berkilau atau tidak berketombe,” jelasnya. Hal tersebut juga merupakan salah satu strategi dalam memasarkan suatu produk.

Sebelum mengakhiri kegiatan workshop, Wakil Dekan II FIKOM, Brigitta Revia Sandy Fista, S.I.Kom., M.Med.Kom, mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran peserta PBL 2019. Ia juga memberikan cendera mata kepada Profesor Akiko Hori dari SIT Jepang sebagai perwakilan dari peserta PBL 2019. (kiko)