Peresmian Pusat Bahasa Korea di Lembaga Bahasa Widya Mandala

Peresmian Pusat Bahasa Korea di Lembaga Bahasa Widya Mandala

Beberapa tahun belakangan, perkembangan Budaya Korea telah menyebar ke seluruh dunia dengan pesatnya. Begitu masif pergerakan tersebut hingga muncul istilah tersendiri yakni Korean Wave alias Gelombang Korea. Keberhasilan mereka dalam mengekspor budaya menjadikan Korea Selatan sebagai satu dari empat besar negara Asia pengekspor budaya menyusul China, Jepang dan Singapura.  Peringkat tersebut dikalkulasikan oleh situs worldstopexports.com berdasarkan data dari International Monetary Funds World Economic Outlook Database.

Menanggapi tren Korean Wave di Indonesia khususnya Surabaya, maka Lembaga Bahasa Widya Mandala Surabaya (LBWMS) pun menerima tawaran bekerjasama dari Dankook University yang diperantarai oleh Optima Education di Indonesia. Tepat pada hari Jumat, 25 Agustus 2017 diadakan launching alias peresmian Korean Language Center (KLC) sekaligus penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) antara LBWMS dan Dankook  University,  di Auditorium A201 Gedung Agustinus Kampus Dinoyo Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). “Harapannya tentu agar kita tidak hanya menjadi penerima tren yang pasif, namun nantinya melalui kerjasama ini diharapkan ada yang bisa menjadi ‘duta’ dari kita dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke Korea,” ujar Trianawaty, S.Pd., M.Hum., selaku Kepala LBWMS.

KLC LBWMS nantinya akan mendatangkan langsung pengajar profesional langsung dari Korea Selatan untuk mengajar di kelas-kelas Kursus Bahasa Korea yang secara reguler akan dimulai pada awal bulan Oktober 2017. Setiap kelasnya akan terdiri dari 20 pertemuan yang masing-masing berlangsung selama tiga jam. Kursus ini bersifat  terbuka untuk umum serta mempunyai konsep yang berbeda dengan kursus bahasa Korea lainnya.

“Kursus bahasa Korea pada umumnya memperkenalkan bagaimana belajar bahasa Korea untuk kegiatan sehari-hari. Berbeda dengan kursus bahasa Korea lainnya, KLC LBWMS memberikan materi yang berfokus pada bidang akademik dan pengenalan budaya Korea. Sehingga KLC LBWMS menjadi sarana yang tepat untuk persiapan melanjutkan studi di Korea Selatan, baik untuk mendapatkan gelar Master ataupun sekedar pertukaran pelajar,” jelas Andy Sunho Kim selaku International Student Advisor dari Dankook University.

Hal ini tentu menjadi jawaban akan kebutuhan dan permintaan mahasiswa UKWMS maupun masyarakat yang ingin lebih mengenal budaya serta bahasa Korea, ataupun berencana melanjutkan studi di Negeri Ginseng tersebut. “Sebagai timbal balik, tentu kita juga mendapatkan kesempatan untuk bertandang ke sana sebagai bagian dari ajang pendidikan lintas budaya melalui kesempatan summer camp dan sebagainya,” tambah Trianawaty.

Kedua pihak penyelenggara kerjasama memiliki visi agar melalui terbentuknya KLC ini, maka masyarakat Surabaya mendapatkan kemudahan dalam hal akses untuk mempelajari kebudayaan Korea maupun persiapan studi lanjut, ataupun sekadar berkunjung. Tentunya lebih baik belajar dari Lembaga Pusat Bahasa dan Kebudayaan yang bersertifikasi daripada mencoba-coba sendiri namun malah salah langkah. Senada dengan Trianawaty, William Jay Shim, Ph.D selaku Vice President of International Affairs Dankook University juga menyampaikan bahwa kerjasama ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan Dankook University akan reputasi UKWMS yang memang serius dengan program-program internasionalisasinya.

Tak hanya meresmikan KLC LBWMS, peresmian ini juga menjadi momentum penandatanganan MoU antara UKWMS dan Dankook University. Penandatanganan kerja sama ini akan menjadi loncatan awal bagi hubungan kedua belah pihak di masa mendatang. “Memorandum yang dibuat ini memberikan sinergi tersendiri untuk UKWMS dan Dankook University. Sinergi ini tak hanya untuk KLC, tetapi juga untuk program kedepannya seperti pertukaran pelajar, summer camp,” pungkas Y. G. Harto Pramono, Ph.D. selaku Wakil Rektor I UKWMS.(Red/yov)

Open Registrasi KLC at WMLI