Umur Bukan Masalah

Umur Bukan Masalah

Belajar semasa muda, bagai mengukir diatas batu. Belajar dimasa tua, bagai mengukir diatas air. Seringkali kita mendengar peribahasa tersebut diucapkan untuk memberi semangat kalangan muda agar giat menuntut ilmu. Namun, saat ini menuntut ilmu tak lagi terbatas oleh usia. Setiap orang bebas untuk belajar dan menjadi lebih baik. Bagi sebagian orang, menuntut ilmu merupakan jalan menuju kebahagiaan. Sama halnya yang dirasakan oleh Winarsih, mahasiswa Magister Manajemen  Konsentrasi Manajemen Keuangan, Sekolah Pascasarjana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Baginya, menuntut ilmu dapat memberikan peluang untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Wanita yang akrab disapa Wina ini lahir di Ambon tahun 1988. Ia dibesarkan di Desa Waiputih Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Pada tahun 1999 saat perang terjadi, Wina bersama keluarga pindah dari Maluku-Ambon ke Malang. Mereka kemudian bertransmigrasi ke Bengkulu, tepatnya di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kaur-Bengkulu. Desa tersebut merupakan desa yang sangat terpencil kala itu. Ia tinggal ditengah-tengah hutan, di mana fasilitas pendidikan saat itu sangat minim dan terbatas. Bahkan dari yang seharusnya ada, menjadi tidak ada. Namun hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi Wina untuk menuntut ilmu. Ia mencari berbagai informasi mengenai perguruan tinggi di Indonesia yang terjangkau dan strategis. “Saya mendapat informasi dari beberapa orang mengenai UKWMS. Banyak yang menyarankan saya untuk berkuliah disana. Selain itu Jurusan Bisnisnya juga bagus,” ujar Wina.

Sebelum menempuh pendidikan di UKWMS, wanita yang gemar bermain tenis meja, berenang, dan travelling ini pernah menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) selama 6 tahun 2 bulan di Singapura dan Hongkong. Kala itu ijazah terakhir Wina adalah Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi ia dapat mengumpulkan gaji diatas standar berkat menjadi TKW. Selama itu pula ia bertekad menabung untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Saat ini Wina sudah menikah dan mempunyai satu orang putri. Sehari-hari ia sibuk menjadi ibu rumah tangga sekaligus membantu suaminya menangani usaha. “Kalau ada yang bisa saya kerjakan, saya akan lakukan pekerjaan tersebut, hitung-hitung juga sebagai asisten serbaguna,” imbuhnya.

Pendidikan sarjana ia tuntaskan di Program International Business Management (IBM), Fakultas Bisnis UKWMS. Banyak hal yang menjadi motivasi Wina untuk tetap terus menempuh pendidikan hingga jenjang magister. Pertama, ia ingin membanggakan orang tuanya. Kedua, ia menyadari bahwa sebagai lulusan sarjana, mencari pekerjaan itu belum tentu mudah. Ketiga, Wina sudah bertekad untuk melanjutkan kuliah selama menjadi TKW. Keempat, ia ingin melanjutkan S-2 dan mengambil konsentrasi manajemen keuangan. Wina mengaku, ia ingin mempelajari sesuatu yang berbeda dan menarik baginya. Bahkan ia mendapat dukungan penuh dari suaminya, untuk melanjutkan S-2. Berkat antusismenya tersebut Wina berhasil meraih gelar Wisudawan Akademik Terbaik pada Upacara Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2017/2018.

Selama menempuh pendidikan magister, Wina pernah ikut berpartisipasi pada pengembangan ide di Financial and Technology (FINTECH). Berkat pengalamannya tersebut, Wina menjadi orang yang mandiri, tidak gugup dalam menghdapi masalah, dan percaya diri. “Harapan ke depannya, saya ingin mendapat pengalaman kerja di Bank atau financial institution. Jika dizinkan oleh suami,” candanya. Ia juga berpesan kepada semua, untuk jangan pernah takut melangkah. Jika niat kita baik, akan selalu ada jalan keluar.