(UKWMS – 1/7/2026) – Tahun 2014 lalu, pilihan menempuh studi kedokteran disadari penuh oleh dr. Glenn Axel H., Dipl.AAAM. Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FK UKWMS), dipilih Axel sebagai tempatnya menimba ilmu.
Glenn menyadari, bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup, butuh fondasi moral yang kokoh. “UKWMS memiliki reputasi yang sangat kuat dalam menjaga integritas dan pembentukan karakter. Kurikulum yang ditawarkan tidak hanya fokus pada keunggulan akademis, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan yang selaras dengan panggilan hidup seorang dokter,” terang Glenn.
Menjadi angkatan ke empat, ada peluang untuk menjadi bagian dari pionir yang ikut membangun tradisi akademik di FK. Terlebih, perkembangan FK UKWMS begitu pesat, didukung fasilitas modern dan tenaga pendidik berdedikasi.
Kesibukkannya di Lembaga Pers Mahasiswa FK UKWMS, memberikan pembelajaran tersendiri bagi Glenn. “Menjadi pengurus kala itu, mengajarkan saya manajemen waktu yang ekstrem antara tugas medis yang padat dan tanggung jawab organisasi. Termasuk mengasah kreatifitas yang mendukung karir saat ini,” jelas ayah satu putra ini.
Nilai keutamaan UKWMS yakni Peduli, Komit, dan Antusias menjadi prinsip Glenn dalam praktik profesionalnya sebagai dokter. Melalui nilai Peduli, artinya tidak hanya peduli kepada kondisi medis pasien tetapi juga kesejahteraan tim. Nilai Komit mengajarkan Glenn setia pada etika profesi dan memberikan yang terbaik bagi pasien. Dan, perkembangan ilmu kedokteran yang begitu pesat didorong nilai Antusias, menyemangatinya untuk belajar seumur hidup.
“Saya selalu bersemangat mengikuti perkembangan teknologi medis terbaru, seminar, hingga riset. Harapannya, agar kualitas pelayanan saya tetap relevan dan prima,” jelas Glenn.
Kini, Glenn sukses membangun karirnya sebagai Aesthetic Doctor sekaligus CEO AIO Aesthetic Clinic. Kliniknya resmi dibuka pada bulan Oktober 2025, setelah Axel berpraktik selama tiga tahun lamanya. Tak hanya itu, Glenn juga menjalani kesibukkannya sebagai konten creator dengan nama akun @dokglenn yang menghasilkan konten kreatif dan menarik.
Teori dan Realita yang Bertolak Belakang
Meski memiliki pengalaman berorganisasi dan bekal pengetahuan yang padat selama berkuliah, bukan berarti perjalanan Glenn selalu mulus. Tantangan terbesar salah satunya ketika masa transisi dari bangku pre-klinik menuju Koas. Semua materi yang dipelajari tampak sistematis, namun siapa sangka realitanya berbeda jauh.
Momen terendah dan tidak akan terlupakan bagi Glenn adalah ketika pasien mengalami eksitus. Segala teori fisiologi dan farmakologi yang sudah dihafalkan dan dipelajari, menguap sesaat. Namun, hal ini memberikan pemahaman baru.
“Pada titik ini saya menyadari, bahwa menjadi dokter bukan tentang menjadi “Tuhan” yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Melainkan, menjadi pendamping manusia di saat paling rapuh. Dan, kegagalan medis bukanlah akhir, tetapi pengingat untuk terus memperdalam ilmu,” terang Glenn.
Momen Koas dengan segala dinamikanya, secara tidak langsung menurunkan ego sebagai mahasiswa kedokteran. Mereka belajar akan arti kesederhanaan dan kebahagiaan yang murni. Hal ini membuktikan, ikatan yang terbentuk di UKWMS melampaui sekedar hubungan akademis.
Senyum Kecil Pasien Jadi Obat Lelah
Bagi Glenn, masa Koas dan awal karier bak berjalan di dalam kabut tebal, penuh ketidakpastian. Hal yang membuatnya tetap melangkah adalah adanya dukungan luar biasa dari rekan sejawat, yakni sahabat seangkatan serta para dosen. Kebersamaan yang erat menjadikan mereka bak keluarga besar.
Para dosen dalam hal ini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga mengayomi. Sering berbagi rasa lelah di koridor rumah sakit saat dini hari serta tawa kecil di tengah rasa kantuk, menjadi bahan bakar bagi Glenn dan para sahabatnya untuk bertahan satu hari lagi.
Bersama para sahabatnya, momen belajar bersama hingga malam hari sebelum ujian OSCE tak akan terlupakan. Mulai dari saling menguji satu sama lain, bermain peran sebagai pasien dan dokter, hingga gelak tawa saat lupa terminologi anatomi yang rumit. Kenangan itu yang membuat masa-masa sulit terasa ringan.
Glenn kemudian menyadari, setiap kesulitan artinya satu langkah menuju kematangan. Senyum kecil tulus dari pasien yang membaik, perlahan memulihkan rasa percaya diri Glenn. “Menjadi pribadi tangguh bukan berarti tidak pernah takut, tetapi tetap berjalan meski rasa takut itu ada. Saya menjadi bertumbuh sebagai pribadi yang lebih sabar, mendengarkan, dan menghargai setiap detik kehidupan,” papar Glenn.
Dunia kerja dan persaingan bidang kedokteran saat ini begitu kompetitif, tanpa sadar butuh strategi untuk bisa menghadapinya. “Bangun jejaring sejak dini, aktif berorganisasi agar menjadi pribadi yang dikenal, dan memiliki mental baja. Jangan lupa, hidupi nilai Peduli, Komit, dan Antusias sebagai unique selling point. Seorang dokter yang bekerja dengan hati, berintegritas tinggi, dan antusias dengan ilmu baru akan selalu dicari,” pesan Glenn bagi para adik angkatannya. (red1)
Fakultas Kedokteran UKWMS telah meluluskan dokter profesional yang kompeten dan melayani dengan hati. Segera bergabung dengan FK UKWMS untuk tahun ajaran 2026/2027 dan dapatkan promo menarik, hanya sampai tanggal 9 Juli 2026. Informasi lebih lanjut di pmb.ukwms.ac.id atau hubungi Admisi UKWMS melalui nomor 0878 5228 4888.




