(UKWMS – 13/3/2026) – Pernah berada di titik terendah, tak membuatnya makin terpuruk. Tabitha Neema Christy, S.Psi., mengubahnya menjadi proses pendewasaan yang menginspirasi. Dan menyalurkan kekuatan tersebut untuk mendirikan komunitas sosial, sebagai ruang berbagi, khususnya, bagi anak marginal. Komunitas tersebut adalah WEPOSE INDONESIA Organization for Children (We’re Different but One Purpose).
Tabitha adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Angkatan 2019. Dara asal Riau ini berhasil meraih Beasiswa OSC Medcom dan menuntaskan studinya tepat waktu. Bahkan meriah prestasi sebagai Wisudawan Aktif Berprestasi Fakultas Psikologi pada Wisuda Semester Gasal 2023/2024.
Berbekal iman dan tujuan hidup, Bitha – sapaan akrab Tabitha, menjaga keseimbangan antara studi, pekerjaan, serta pelayanan dengan hati yang teguh. “Saya percaya, dengan melibatkan Tuhan dan tetap mindful dalam setiap ujian, akan membentuk profesionalisme yang rendah hati sekaligus penuh empati,” tutur Bitha.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, waktu studinya dimanfaatkan dengan maksimal. Bahkan meski jauh dari orangtua, di UKWMS Bitha menemukan lingkungan yang tidak hanya mengajarkan cara bekerja. Tetapi, juga cara hidup untuk menjadi agen perubahan, yang berdampak positif bagi masyarakat.
Keputusannya untuk memilih UKWMS sebagai tempatnya menimba ilmu pun tak asal. Visi misi dan akreditasi kampus menjadi sekelumit pertimbangan bagi Bitha. Karena baginya, pendidikan tidak berhenti pada perolehan gelar. Dan di UKWMS, visi diterapkan melalui kurikulum yang mendorong sivitas menjadi agen perubahan.
“Pendidikan di UKWMS, membuktikan bahwa belajar adalah proses bertumbuh untuk memberi makna lebih bagi sesama. Bahkan, nilai keutamaan UKWMS yakni PeKA, menjadi kompas utama dalam perjalanan aktualisasi saya sebagai konselor dan aktivis sosial,” ungkap dara yang menggemari warna ungu ini.
Melalui kepedulian, Bitha mendedikasikan ilmu psikologi untuk mengedukasi masyarakat. Lalu, komitmen dan integritas, bersama WEPOSE INDONESIA telah mendampingi ribuan keluarga di berbagai wilayah. Dan, melalui antusiasme, Bitha menghidupi setiap tanggung jawab dengan semangat baru.
Walau memiliki segudang kegiatan, Bitha membutuhkan waktu agar kelemahan menjadi kekuatan untuk terus semangat menghidupi hidup saat masa kuliahnya. Dukungan keluarga, sahabat, para dosen menjadi pendorong semangatnya. Kini, selain sebagai pemimpin WEPOSE INDONESIA, Bitha berkarir sebagai Konselor PPA di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3 – APPKB) Surabaya. Dan, masih aktif sebagai Mentor di Daffa Speaks Organization.
Sikap Profesional yang Terbentuk sebagai Anak Rantau
Merantau jauh dari Riau ke Surabaya, tidak kenal siapapun dan tidak ada sanak saudara. Artinya memikul ekspektasi keluarga, bagi anak pertama ini. Ditambah, masih memiliki tiga orang adik, Bitha tidak bisa banyak menuntut dan harus mengerti orangtuanya. Keadaan ini secara tidak langsung memaksanya untuk mandiri dan belajar banyak hal baru.
“Masih ingat bagaimana hari demi hari berlalu, di tempat yang baru dan jauh dari keluarga. Dan sebagai anak yang selalu ingin aktif, membuat saya jauh lebih berani untuk mendirikan komunitas sosial. Sampai saya sadar, bahwa profesionalisme sejati lahir dari ketangguhan perantau yang mampu berdiri tegak meski badai datang dan pergi,” tutur Bitha ketika diwawancara.
Sikap profesional ini secara tidak langsung terbentuk melalui proses kuliahnya di Fakultas Psikologi UKWMS. Beberapa mata kuliah dan masa studinya memberikan kesan dan berdampak bagi Bitha hingga sekarang. Seperti Psikologi Positif dan Psikologi Training and Development.
Bitha tak mengelak bahwa dunia profesional penuh tekanan dan banyak berhadapan dengan sumber daya manusia. “Psikologi Positif membantu saya untuk fokus pada solusi, lebih mindful, tenang dalam mengambil keputusan krusial. Dan, mata kuliah Psikologi Training and Development, membuat saya lebih memahami kemampuan diri, membaca dinamika kelompok, melakukan pendekatan persuasif. Hingga memahami perilaku kolektif masyarakat,” jelas Bitha.
Dukungan dari lingkungan terdekat tak bisa dipungkiri sangat membantu bagi Bitha. Orangtua yang banyak memberikan bekal hidup, membuatnya terus optimis. Namun, tak lantas melupakan Tuhan. Dara berparas manis ini yakin bisa sampai dititik ini adalah karena mengikutsertakan Tuhan dalam hidup dan masa depannya.
Komunitas Sosial sebagai Ruang Berbagi
Komunitas sosial WEPOSE INDONESIA Organization for Children (We’re Different but One Purpose), diinisasi oleh Bitha bersama enam orang temannya yang juga merantau. Mereka adalah, Reynaldi Sutedjo, Pricilia Imanuella Dara, Anastasia Runtu, Wilhelmina Tsolme, dan Visi Kalalo.
Walau terbentuk dari mahasiswa yang merantau dari berbagai daerah dan latar belakang yang berbeda-beda, tetapi memiliki tujuan yang sama. WEPOSE Indonesia adalah komunitas sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di wilayah marginal melalui pendidikan inklusi, kegiatan sosial, dan kesehatan. Semangat ini selaras dengan slogan yang dimiliki, yaitu Kita Beda, Kita Kerja Sama.
“Pendirian komunitas ini didorong oleh semangat kolaborasi pemuda dengan visi yang selaras. Dan berkomitmen menciptakan perubahan nyata dan berdampak luas di masyarakat. Kami mengawali pada tahun 2019 dengan enam titik lokasi, namun sekarang sudah ada 40 titik lokasi pemberdayaan,” ungkap Bitha.
Untuk terus menggerakkan semangat generasi muda dan kontribusi kepada masyarakat, WEPOSE Indonesia turut menggandeng relawan. Berbagai aktivitas menarik dirancang dengan berkolaborasi dengan berbagai instansi baik swasta maupun pemerintah. Seperti, Calistung (Baca, Tulis, Hitung), Mitigasi Bencana Alam untuk Usia Dini dan Trauma Healing, Edukasi Bijak Gadget, Pendirian Taman Baca, pembelajaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dll. (Red1)




