#AlumniSpotlight Dari Filsafat, Melesat ke Indosat

(UKWMS – 29/5/2026) – Bagi sebagian orang, mempelajari filsafat adalah hal yang rumit, sulit dipahami hingga kesulitan untuk mencari peluang karir. Bahkan, tidak sedikit yang masih menganggap belajar filsafat hanya untuk mereka yang ingin menjadi calon imam. Padahal sebagai ibu dari semua ilmu, filsafat bisa dipelajari oleh siapapun, termasuk kaum awam. Dan bisa diaplikasikan untuk bidang pekerjaan apapun, selain agama.

Hal ini yang kemudian dilakukan oleh Michael Ganda, S.Fil., alumni Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) tahun 2014. Fakultas Filsafat hadir sebagai jawaban atas kerinduan Michael, akan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan “apa”, tetapi juga “mengapa” dan “untuk apa”. Kini Michael sukses berkarier sebagai Assistant Vice PresidentProduct & Innovation, Telco Financial Ecosystem (TFE) di Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH).

“UKWMS satu-satunya kampus di Jawa Timur yang punya Fakultas Filsafat, didukung dengan reputasinya sebagai universitas Katolik dengan tradisi humanis yang kuat, juga standar akademik yang ketat. Saya memilih filsafat karena saya percaya bahwa akar yang dalam akan menghasilkan pohon yang kokoh. Dan, pohon yang kokoh akan menghasilkan buah untuk segala musim,” tutur Michael mengawali kisahnya.

Menjalani perkuliahan di Fakultas Filsafat UKWMS, rupanya membentuk Michael sebagai pribadi berkualitas yang mampu berpikir mendalam, sistematis, dan reflektif. “Tiga kualitas ini yang ternyata menjadi fondasi tak tergantikan dalam setiap babak karier saya. Mulai dari Business Development hingga posisi saya saat ini,” ungkap Michael.

Sebelum berkarier di IOH, Michael berkecimpung dalam bidang Financial Technology or fintech. Karir awalnya sebagai Business Development Specialist di BCA Finance pada tahun 2017. Kemudian, berkarier sebagai Merchant Acquisition Lead di PT Visionet International (OVO) pada tahun 2018. Berlanjut, sebagai Business Development Channel di PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA E-Wallet) tahun 2019.

Tak berhenti disitu, Michael melanjutkan kariernya sebagai Enterprise Partnership Business Development di PT AirPay International (ShopeePay) di tahun 2020. Lalu, kariernya berlanjut sebagai Strategic and International Partnership Senior Manager di DOKU Indonesia pada tahun 2021. Baru pada bulan September 2024 bergabung di PT IOH.

Michael Ganda usai MoU antara IOH dan BTN (dok. Pribadi)

Filsafat sebagai Jangkar Kehidupan

Berkarier di perusahaan telekomunikasi besar dengan posisi manajerial, Michael berperan untuk menjembatani dunia telekomunikasi dan dunia keuangan. Keberhasilannya mencapai kariernya saat ini, tidak diraih Michael secara mudah. Proses rekrutmen di setiap perusahaan sangat beragam serta bertahap dan ditambah persaingan dengan lulusan dari universitas ternama Indonesia maupun luar negeri.

“Jujur awalnya sempat merasa minder, karena latar belakang saya bukan ekonomi atau bisnis. Namun, justru filsafat menjadi pembeda saya dengan kandidat lainnya. Perkuliahan yang saya jalani rupanya sangat bermanfaat dalam sepanjang karier saya,” terang Michael.

Menurut Michael, ada tiga mata kuliah di Fakultas Filsafat UKWMS yang berdampak dalam kehidupan kesehariannya. Pertama, Logika dan Argumentasi yang melatih alur berpikir yang valid dan persuasif. Kedua, Etika yang mengajarkan bahwa setiap keputusan bisnis adalah keputusan moral. Dan yang ketiga, Filsafat Ekonomi dan Hermeneutika yang melatihnya membaca “teks” pasar dari makna terdalamnya.

Berbagai tantangan pekerjaan pun tak luput dari pandangan Michael, meliputi hal teknis, perbedaan budaya kerja, ekspektasi, dan standar Service Level Agreement yang sangat tinggi. Termasuk tantangan menyiapkan mental. Untuk hal ini, Michael selalu kembali ke akar berpikir filosofis, dan filsafat menjadi jangkarnya.

Michael Ganda berfoto bersama CEO NVIDIA Jensen Huang (dok. Pribadi)

Jaga Karakter dan Kembangkan Jaringan Global Lintas Budaya

Kini, tantangan dunia global semakin tak terhindarkan. Butuh kesiapan diri dengan didukung kemampuan yang cakap. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, perlu membekali dirinya dengan hard dan soft skill yang mumpuni.

Michael menjabarkan hard dan soft skill apa saja yang perlu dimiliki hingga bisa sukses di industri kerja. “Empat soft skills yang paling krusial, meliputi critical thinking, storytelling dan persuasi logis, empati dan cross-cultural intelligence, serta adaptability and resilience,” terang Michael saat diwawancara.

Sedangkan hard skills yang wajib dimiliki menurut Michael, berdasarkan pengalamannya malang melintang di industri adalah Business Modeling and Commercial Negotiation, Product Lifecycle Management, Regulator Literacy, dan Data Literacy and Analytics. Semua kemampuan ini berdiri atas fondasi cara berpikir filosofis yang dibawa sejak masuk di UKWMS.

Pesan untuk mahasiswa UKWMS agar siap bersaing di dunia global pun tak luput dari Michael. “Bangun fondasi cara berpikir terlebih dahulu dengan cara berpikir yang sehat, karena cara berpikir yang baik akan terus relevan sepanjang karier. Kemudian, kuasai bahasa asing minimal Bahasa Inggris yang fasih. Lalu, bangun portofolio yang nyata. Dan terakhir, kembangkan jaringan global lintas budaya,” jelas Michael yang pernah meraih Best Paper Award – UN Youth Conference 2018 di Seoul.

Bagi Michael, pintu menuju kesuksesan sering kali dari arah yang tak terduga. Kerjakan apa yang dicintai dengan standar luar biasa, dan jangan lelah belajar. Maka, karakter harus dijaga karena industri global tidak hanya menguji pikiran, tapi juga integritas.

Menilik dari perjalanan Michael, menjadi salah satu bukti bahwa Filsafat bukan seperti bayangan kebanyakan orang. Fakultas Filsafat UKWMS menjadi jurusan yang membentuk individu menjadi pemikir yang siap masuk ke bidang industri apa saja.

“Ibaratnya, sebagai “pisau bedah” yang setiap menemani saya membongkar masalah, membangun solusi. Hingga menjual gagasan kepada rekan kelas dunia. Hanya manusia yang dibentuk oleh filsafat dan nilai yang dapat mengajukan pertanyaan yang tepat dan menentukan tujuan yang baik,” pungkas Michael.

Michael pun kini tak hanya bekerja untuk keuntungan, melainkan juga dampak. Hal ini adalah hadiah kariernya, yakni memiliki kesempatan untuk membuat hidup orang lain menjadi sedikit lebih mudah. Suasana kerja yang kolaboratif, hangat, dan berorientasi pada pertumbuhan bersama menjadikan Michael walaupun bekerja dengan target tinggi, tetapi tidak kehilangan empati antar-rekan.

UKWMS senantiasa membekali civitas akademikanya dengan pola pikir yang dalam dan nilai-nilai humanis Katolik yang kuat. Suatu kombinasi yang menjadi aset kompetitif dan semakin langka di era kecerdasan buatan.

Sebagai sebuah ilmu, Fakultas Filsafat UKWMS mempelajari manusia dalam aspeknya seluas mungkin. Fakultas Filsafat berupaya menjawab berbagai pertanyaan, yang terus dirawat dalam diskusi rasional dan dialogis. Hal ini demi mencapai tujuan filsafat, yaitu kebijaksanaan. (Red1/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *