(UKWMS – 22/5/2026) – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), kembali gelar Bioskop Kampus (BK). Acara kali ini bertemakan, Behind the Camera: Untold Stories Beyond the Screen, who diselenggarakan pada, Selasa (28/4) lalu di Auditorium B – UKWMS Kampus Dinoyo.
Pemilihan tema tersebut bertujuan, memberikan gambaran utuh industri film kepada mahasiswa. “Tema ini membahas, bagaimana nantinya peserta bisa belajar langsung dari seorang produser, mulai dari pre-production, production, hingga post production serta pemasaran film,” ungkap Ivan Joe selaku Ketua Pelaksana.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini, membahas proses produksi film, Agak Laen: Menyala Pantiku!. Film ini dipilih untuk memberikan contoh nyata, bagaimana sebuah karya anak bangsa mampu menembus 11 juta penonton. Dan tidak kalah dengan film asing. Pencapaian ini tentu memantik rasa penasaran para peserta BK untuk mengulik proses pembuatan film, yang meraih sukses besar di pasaran.
Dalam kegiatan ini, Dipa Andika hadir sebagai narasumber sekaligus selaku produser film Agak Laen: Menyala Pantiku!. Dika membagikan pandangan menarik. Terutama mengenai sisi bisnis perfilman. Ia mematahkan anggapan bahwa tidak selalu investor membaca skenario secara mendalam. “Investor itu lebih fokus pada aspek fundamental bisnis, biasanya meliputi inti cerita, besaran anggaran, hingga proyeksi penonton di masa depan,” ucap Dipa.
Lebih lanjut, Dipa mengaku bahwa tim produksi tidak menyangka film Agak Laen: Menyala Pantiku! mampu menembus 11 juta penonton. Menurutnya, keberhasilan film tersebut tidak hanya bergantung pada kualitas cerita, tetapi juga strategi pemasaran yang dijalankan secara maksimal oleh tim marketing.
“Editing and marketing dalam suatu film itu seringkali lebih penting. Kami memberikan cerita yang orisinil dan memastikan strategi pemasarannya dieksekusi dengan matang,” jelas Dipa.
Dalam kaitan tersebut, peserta juga diajak memahami, sistem daily shooting, perencanaan jadwal produksi setiap minggunya. Bahkan hingga proses evaluasi film melalui penayangan ke sejumlah orang terpilih, untuk memperoleh masukan sebelum film dirilis
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FIKOM UKWMS diharapkan tidak hanya mahir dalam hal teknis produksi, tetapi juga pemasaran industri film. Hal tersebut, sejalan dengan pembelajaran di FIKOM yang turut membekali mahasiswa, mengenai bidang corporate communication, marketing communication, serta produksi media kreatif. Selain itu, ilmu yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi anak muda untuk melahirkan karya yang tidak hanya berkualitas secara seni, namun juga kuat secara komersial. (BREN/Red1)




