Kajian Kepemimpinan Pemberdayaan di Universitas Katolik

(UKWMS – 3/2/2026) – Perubahan global yang semakin cepat, ditandai dengan kemajuan teknologi dan dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berinovasi. Universitas Katolik kini dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja Program Studi agar tetap relevan dan kompetitif.

Pengelolaan kinerja Program Studi di lingkungan Universitas Katolik punya tantangannya sendiri. Salah satunya, dalam menghadapi tantangan organisasi pendidikan tinggi menuntut adanya kepemimpinan yang terbuka dan memberdayakan (Empowering Leadership). Melalui Ujian Terbuka, Bernardus Aris Ferdinan, S.S., M.M. mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (DIM UKWMS), memaparkan temuannya.

Sidang terbuka dilaksanakan pada Kamis (29/1) di Ruang A201 Kampus UKWMS Dinoyo. Tema yang diusung adalah “Pengaruh Empowering Leadership terhadap Organizational Performance as stated Organizational Inertia yang Dimoderasi Uncertainty Avoidance and Social Capital pada Program Studi di Universitas Katolik Akreditasi A/Unggul”.

Aris, yang merupakan Dosen dari Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) mendapat dukungan penuh dari pihak kampus yang juga turut hadir.

Penelitian ini berawal dari fenomena terbatasnya kajian empiris terkait kinerja organisasi, khususnya dalam konteks program studi di Perguruan Tinggi Katolik. Hasilnya menunjukkan bahwa, kepemimpinan pemberdayaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap performa organisasi. Di sisi lain, kepemimpinan pemberdayaan juga terbukti berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kelembamam organisasi.

“Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa kelembaman organisasi berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kinerja organisasi. Serta berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kepemimpinan pemberdayaan dan performa organisasi,” ujar Aris.

Ia juga menjelaskan bahwa pemberdayaan bisa dilakukan dengan melibatkan Fakultas, serta dengan melakukan inovasi yang dapat meningkatkan mahasiswa baru.

Penelitian ini memperkuat relevansi pendekatan dynamic capabilities dalam konteks pengelolaan organisasi pendidikan tinggi. Secara praktis, temuan disertasi ini memberikan implikasi penting bagi pengelola program studi dan pimpinan universitas Katolik, untuk mengurangi birokrasi yang berlebihan. Termasuk menyegarkan pola komunikasi organisasi, serta membangun kepercayaan dan jejaring kerja yang sehat guna meningkatkan kinerja berkelanjutan.

Berbekal penyampaian disertasi yang jelas dan juga strategis, ia pun dinyatakan lulus dengan predikat cum laude. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *