Kapabilitas Internal dan Manajemen Pengetahuan Pada Program Studi S1 di Pulau Jawa

(UKWMS – 27/1/2026) – Keunggulan persaingan perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada status administratif. Tetapi memerlukan perkembangan aset-aset dalam program studi tersebut. Hal ini dipaparkan oleh Bernadetta Diana Nugraheni, S.E., M.Si., QIA., dalam Ujian Terbuka Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Momen ini dilaksanakan pada Rabu (21/1) lalu, di Ruang Auditorium A201, UKWMS Kampus Dinoyo. 

Diana mengusung topik disertasi “Determinan Keunggulan Bersaing Berkelanjutan: Reputasi dan Budaya Organisasi Sebagai Pemediasi Pada Program Studi S1 Perguruan Tinggi Swasta Di Pulau Jawa.” 

Tujuannya, untuk menguji peran Program Studi S1 yang berpengaruh dalam manajemen pengetahuan dan kepemimpinan. Serta peran reputasi dan budaya organisasi, sebagai mediator dalam mewujudkan keunggulan bersaing berkelanjutan. 

“Keunggulan bersaing tidak hanya terletak pada pemenuhan administrasi akreditasi, tetapi pada kemampuan Program Studi mengelola aset internal secara strategis. Hasil disertasi menjadi pengingat bagi pengelola pendidikan, bahwa reputasi harus dibangun di atas fondasi kapabilitas yang nyata, bukan sekadar pencitraan formal,” ucap Diana. 

Diana menyarankan agar program studi lebih membuka diri dalam hal kepemimpinan dan mulai mengintegrasikan manajemen pengetahuan ke dalam jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa, manajemen pengetahuan tidak berpengaruh langsung terhadap keunggulan bersaing. Namun, terbukti berpengaruh positif pada reputasi organisasi. 

Untuk menyelesaikan penelitian ini, Diana menggunakan criterion sampling, dan mendapatkan 103 sampel. Dengan kriteria, perguruan tinggi swasta dan sekolah tinggi yang memiliki Prodi Strata 1 akreditasi Unggul atau Baik Sekali. 

Pada akhirnya, penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas lagi guna kontribusi yang lebih baik. “Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, sehingga disarankan untuk memperluas sampel pada penelitian berikutnya. Seperti, perluasan pada perguruan tinggi negeri, lama jabatan responden. Dan mengkombinasikan kuesioner dengan wawancara atau masukkan dosen senior. Serta memasukkan faktor eksternal dalam strategi prodi. Kolaborasi lintas prodi atau perguruan tinggi dapat dilakukan untuk memperluas jejaring dan meningkatkan manfaat penelitian,” pungkas Diana. (BREN/Red1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UKWMS Raih Peringkat Gemilang di Webometrics 2026

(UKWMS – 23/1/2026) – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan regional. Berdasarkan pemeringkatan Webometrics 2026, UKWMS berhasil