Edukasi Masyarakat Hasilkan Briket Sampah Organik

Edukasi Masyarakat Hasilkan Briket Sampah Organik

(UKWMS-10/7/2019) – Inovasi Briket Arang dari sampah organik yang digagas oleh tim dosen Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FT UKWMS) rupanya dilirik oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya. Adalah Yuliati, S.Si., MT., Dr. Ir. Suratno Lourentius, MS., Ir. Setiyadi, MT., Ir. L.M. Hadi Santoso, MM. yang membuat inovasi Alat Pencetak Briket Arang/ Batubara dalam Bentuk Tablet dan Tabung dan Kompor Briket untuk Masyarakat. Joelianto, selaku Kassubbag Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Surabaya mengajak tim dosen UKWMS untuk berkolaborasi bersama menggelar lokakarya pembuatan briket arang dari sampah organik. Pertama kali kegiatan lokakary ini dilakukan di Kecamatan Gundih, Surabaya. Untuk kali kedua, lokakarya dilaksanakan di Gedung Serbaguna Mulyomukti di Kecamatan Pakal, Kelurahan Babat Jerawat, Surabaya.

Lokakarya ini diikuti hanya 20 orang warga sekitar yang sudah terpilih dari berbagai latar belakang seperti ibu rumah tangga, pengusaha UMKM, dan juga guru. “Inovasi yang digagas oleh para dosen UKWMS sangat menarik, dan sangat membantu masyarakat nantinya sebagai bahan bakar pengganti. Sehingga saya ingin memfasilitasi agar dosen mau mengajarkan dan melakukan pengabdian masyarakat,” ucap Joelianto saat memberikan sambutan mengawali acara. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Suratno, mengenai bahan dasar dan pembuatan briket arang secara teknis. Setelahnya peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing melakukan proses pembuatan briket arang yang berbeda. Proses pertama yakni pembakaran sampah organik dalam drum hingga menjadi arang, kemudian diremas dan diayak sehingga menghasilkan bubuk arang yang halus.

Langkah kedua adalah mencampurkan bubuk arang halus dengan lem sampai tercampur rata hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk. Setelah itu adonan dimasukkan dalam mesin pencetak briket yang berbentuk tabung. Pada proses pembuatan ini warga dibantu oleh tiga mahasiswa Teknik Kimia. Setelah briket dicetak maka harus dijemur terlebih dahulu selama sekitar empat jam agar dapat digunakan. Para warga sangat antusias terutama di bagian mencampurkan dan mencetak briket. Ternyata, warga Pakal juga sudah ada yang membuat alat yang mirip dan bisa digunakan untuk mencetak briket. Hal ini mempermudah jika warga ingin membuat briket arang milik mereka sendiri. Antusiasme warga semakin terasa kala sembari mengikuti lokakary, mereka juga aktif berdiskusi dan tak sedikit yang memberikan respon positif. (red1)