Literasi yang Humanis

Literasi yang Humanis

 

(UKWMS-2/5/2019) – Program Studi Sekretari Widya Mandala Surabaya, yang merupakan program studi sekretari tertua di Jawa Timur, telah menghasilkan ribuan lulusan yang berkarir di berbagai wilayah Indonesia bahkan di beberapa negara lain. Sebagai penyelenggara program pendidikan tinggi vokasi, Akademi Sekretari Widya Mandala Surabaya (AkSe WMS) terus melakukan penyesuaian dengan perkembangan dunia kerja. Apalagi menghadapi revolusi industri  4.0 yang menuntut institusi ini membekali para lulusan dengan kemampuan menggunakan piranti digital, agar dapat berkomunikasi dan bekerja secara efisien dan efektif dalam mengelola kegiatan kantor.

“Di sisi lain, kemampuan menggunakan piranti digital harus dibarengi dengan pengembangan literasi humanis, agar kebebasan berekspresi dan mengakses informasi dilakukan dengan penuh kesantunan, saling menghargai dan menghormati,” tutur Benedicta D. Muljani, S.Sos., M.AB., Direktur AkSe. Sejalan dengan kondisi yang sedang dihadapi, maka perayaan Dies Natalis Akse WMS ke-50 mengangkat tema ‘Membangun Manusia Indonesia yang Kompeten dengan Pengembangan Literasi Digital dan Aspek Humanis’.

Perayaan Dies Natalis Akse WMS ke-50 ini terasa spesial, karena ditandai dengan beberapa momentum penting, diantaranya: Penandatanganan MoU dengan PT Visionet Internasional (OVO) dan PT International Test Center (ITC), Peluncuran Buku Sejarah ‘The Golden Journey of Secretarial Program, Widya Mandala Surabaya’, serta pemberian penghargaan kepada para dosen yang memasuki masa purna bakti dan mahasiswa berprestasi akademik terbaik.

Memasuki usia emasnya yang ke-50 tahun di era revolusi industri 4.0, AkSe WMS yang berdiri sejak tahun 1969 tentu akan menghadapi berbagai tantangan, mengingat dunia yang semakin dinamis, perkembangan teknologi yang semakin pesat, manusia yang semakin terkoneksi. Mengantisipasi hal tersebut, “Maka AkSe WMS bekerja sama dengan OVO untuk penempatan magang dan ekosistem non tunai (cashless society), sedangkan dengan ITC untuk penerapan sertifikasi komputer internasional Certiport serta mendukung program sertifikasi literasi digital bagi para mahasiswa,” jelas Bene-sapaan akrab Benedicta saat menyampaikan Laporan Tahunan Direktur AkSe WMS.

Melengkapi pengetahuan terkait dunia digital, hadir Budi Harto Saragih selaku Head OVO Small Medium Enterprises yang menyampaikan materi dengan tema Revolusi Industri 4.0 dan Dampaknya pada Pembayaran Digital. “Bicara era 4.0 ada hubungannya dengan internet, maka pemerintah pun mulai membenahi dengan menggunakan fiber optic. Teknologi saat ini lebih cepat dari peraturan; orang sudah ribut tapi peraturannya belum ada. Bank harus berbenah, pedagang juga harus berubah karena kalau tidak ada perubahan kita hanya jadi pemakai saja,” papar Budi menutup presentasi. Menutup perayaan Dies Natalis AkSe WMS ke-50, para undangan berbaur hangat dalam momen ramah tamah.