Sikapi Era AI, UKWMS Rumuskan Pedoman Etis Berbasis Humanisme

(UKWMS – 7/7/2026) – Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) kini merambah dunia akademik dan membawa tantangan moral serta etika yang mendalam. Merespons fenomena global ini, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) bekerja sama dengan Institutum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum (IMAVI), menggelar Seminar Akademik bertajuk “Urgensi Penyusunan Pedoman Penggunaan Artificial Intelligence untuk Perguruan Tinggi di Keuskupan Surabaya”.

Seminar berlangsung pada Senin (29/6) lalu, di Ruang Teater Santo Vincent, Gedung Institutum Ioannis Mariae Vianney Surabayanum (IMAVI). Acara strategis ini bertujuan untuk mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki, berakar pada dokumen Gereja Antiqua et Nova dan Ensiklik Magnifica Humanitas.

Seminar ini secara inklusif melibatkan pimpinan Civitas Akademika UKWMS dan perguruan tinggi Katolik di bawah naungan Keuskupan Surabaya, antara lain Universitas Katolik Darma Cendika, STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo, dan STKIP Widya Yuwana Madiun, serta Pusat Layanan Pendidikan Keuskupan Surabaya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor I UKWMS, Dr. F. V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si., yang menyampaikan bahwa UKWMS mengapresiasi adanya inisiasi dari Lembaga Penguatan Nilai Universitas (LPNU) UKWMS atas pembuatan pedoman ini. “Harapan kami civitas dapat mencermati pedoman ini khususnya dari segi etika, dan menyikapi penggunaan AI di Perguruan Tinggi secara bijaksana,” jelasnya.

Kehadiran AI dalam dunia pendidikan idealnya memosisikan teknologi sebagai alat yang melayani kebaikan bersama, bukan menggantikan relasi personal yang menjadi inti sejati dari pendidikan. “Kita sebagai manusia dan kita disini adalah bagian dari pendidikan, harus memiliki kendali akan teknologi. Moral harus diperhatikan agar tidak muncul pengaruh yang buruk karena AI,” jelas Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo selaku Uskup Keuskupan Surabaya.

Sebagai langkah konkret, UKWMS telah menyusun draf “Pedoman Umum Penggunaan Artificial Intelligence” yang dipaparkan oleh Dr. rer.nat. Ignatius Radix Astadi Praptono Jati, S.TP., MP. dosen Fakultas Teknologi Pertanian UKWMS sekaligus anggota Tim LPNU. Draf ini juga menjadi bahan untuk diskusi kelompok bagi para peserta. Usai pemaparan hasil, acara berlanjut untuk mendapatkan masukan komprehensif serta arahan pastoral langsung dari Uskup Keuskupan Surabaya.

Melalui sinergi lintas lembaga ini, jaringan pendidikan Katolik di Keuskupan Surabaya berkomitmen membangun tata kelola teknologi yang bertanggung jawab, meningkatkan literasi digital, serta merumuskan prinsip etika AI yang selaras dengan misi Gereja dalam membangun peradaban kasih di tengah transformasi digital yang inklusif. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PROFICIAT!

(UKWMS – 19/06/2026) Selamat untuk capaian Erdi Malutama, S. Farm., Apt., M. Kes., selaku Alumni Fakultas Farmasi UKWMS yang meraih jabatan sebagai KEPALA UPT PUSKESMAS