(UKWMS – 19/8/2026) – Tim dosen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menjadi salah satu penerima hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SRMP (Sekolah Rakyat Menengah Pertama) 16 Malang, sekaligus membangun kesadaran ekologis melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi pembelajaran multidisipliner.
Produk utama yang dikembangkan adalah Instalasi hidroponik berbasis mikrokontroler Arduino. Produk ini memungkinkan pemantauan pH, suhu, kelembaban, dan nutrisi secara otomatis.
Selain itu, tim PKM juga memperkenalkan modul ajar multidisipliner dan LKPD bilingual. Modul dirancang dengan bantuan aplikasi Magic School AI, sehingga guru dapat mengintegrasikan bahasa Inggris, STEM, dan ekologi dalam pembelajaran sehari-hari.
Kepala Sekolah SRMP 16 Malang, Rida Afrilyasanti menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, kami guru dan siswa mendapatkan manfaat yang sangat besar. Guru-guru dapat mengintegrasikan pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak hanya terpusat di satu mata pelajaran, tetapi dapat diintegrasikan antara satu dengan yang lainnya. Siswa dapat terfasilitasi melalui pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa langsung mempraktekkan materi yang mereka pelajari di kelas dalam aplikasi langsung melalui praktek hidroponik di lapangan.”
Manfaat produk inovasi dan modul ajar turut dirasakan langsung oleh para Guru. “Pelatihan pembelajaran multidisipliner, pembelajaran mendalam, kemudian kemanfaatan digital AI, dan juga hidroponik telah membantu kami semua dalam menghubungkan pembelajaran dalam konteks mata pelajaran. Dan bisa dihubungkan langsung dengan praktek penggunaan hidroponik, sebagai suatu sarana untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam peduli lingkungan dan juga dapat dijadikan pengetahuan awal untuk berusaha mungkin nanti bisa menjadi petani-petani sukses di masa depan,” ujar Novia Sigma, salah satu guru IPA.
Program PKM ini telah memberikan dampak nyata, seperti siswa memperoleh pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih kontekstual, guru meningkatkan kompetensi digital, dan sekolah mulai membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Ke depan, tim PKM merencanakan tindak lanjut berupa penyempurnaan sistem hidroponik berbasis Arduino, serta pendampingan lanjutan bagi guru dalam pemanfaatan teknologi digital.
Melalui capaian ini, SRMP 16 Malang diharapkan menjadi model inovasi pendidikan berasrama yang dapat direplikasi di sekolah lain, sekaligus mendukung pencapaian SDGs dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. (Imelda/Red)


