Dampak Kebijakan Karbon dengan Struktur Modal Perusahaan

(UKWMS – 8/1/2026) – Kebijakan karbon yang dicanangkan pemerintah rupanya memunculkan risiko karbon. Dan berpotensi berdampak pada struktur modal perusahaan, akibat persepsi para pemangku kepentingan terhadap risiko karbon. Risiko karbon sendiri diukur melalui volume emisi karbon dan intensitas emisi karbon.

Hal ini rupanya menarik minat Y. Djoko Sukoco, S.E., MM., untuk menjadikan topik pada disertasinya. Djoko memaparkan hasil penelitiannya dalam Sidang Terbuka Doktor Ilmu Manajemen. Sidang ini diselenggarakan pada Kamis (18/12) lalu, di Ruang Auditorium A201, UKWMS Kampus Dinoyo.

Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FB UKWMS) ini mengusung tema Manajemen Pemangku Kepentingan: Dampak Risiko Karbon, Biaya Utang, dan Imbal Hasil Abnormal Saham Terhadap Struktur Modal Perusahaan di Indonesia.

“Kebijakan karbon pemerintah menciptakan risiko karbon dari biaya-biaya kepatuhan, yang meningkatkan risiko kebangkrutan. Sehingga, mendorong perusahaan untuk menurunkan rasio utang yang mana selaras dengan teori untung rugi,” tutur Djoko.

Melalui serangkaian uji, Djoko menyimpulkan adanya ketidakseimbangan dalam manajemen pemangku kepentingan perusahaan. Risiko karbon yang diukur dengan volume dan intensitas emisi mendorong perusahaan menghindari utang, karena peningkatan biaya kepatuhan dan risiko kebangkrutan.

Kontribusi Penelitian

Pada disertasinya, Djoko menggunakan sampel 288 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2023, yang memenuhi kriteria yang 693 data berjenis panel tidak seimbang.

“Penelitian ini berkontribusi terhadap penerapan struktur modal yaitu, teori untung rugi, teori urutan sumber pendanaan, dan teori penentuan waktu pasar, berdasarkan tuntutan para pemangku kepentingan. Pembuktiannya, bahwa struktur modal dapat menunjukkan upaya keberlanjutan perusahaan yang dievaluasi untuk menunjukkan dukungan perusahaan untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan hidup,” ujar Djoko usai sidang terbuka. (Red1)

Fakultas Bisnis UKWMS membuka pendaftaran mahasiswa Pascasarjana baru dengan tiga program studi unggulan, yakni Magister Manajemen, Magister Akuntansi, dan Doktor Ilmu Manajemen. Dapatkan Maximum Benefit sebelum 23 Januari 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *