UKWMS Ikuti NMT LEAP 2026: Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi Hadapi AI dan Gen Alpha

(UMWMS – 10/4/2026) – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berkesempatan mengikuti program DIES NMT LEAP (Leadership Enhance Through Awareness and Peer-Learning) for Transformational Change pada tanggal 30 Maret – 2 April 2026 di Surabaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES), yang dilaksanakan oleh Universitas Kristen Petra bekerja sama dengan Universitas Surabaya. Melalui dukungan Universitas Potsdam (Jerman), Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Pembangunan (BMZ), dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Program ini didanai oleh Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) dan bertujuan untuk menguatkan kepimpinanan strategis di perguruan tinggi.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pimpinan perguruan tinggi untuk lebih siap menghadapi transformasi seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan karakteristik mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ir. Wenny Irawaty, Ph.D., IPM., ASEAN Eng., hadir sebagai perwakilan UKWMS.

Program ini menekankan pengembangan kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif melalui pendekatan berbasis agility, empati, dan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Peserta juga memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran berbasis AI, berbagi praktik baik melalui peer consulting. Serta berkontribusi dalam penulisan buku ber-ISBN yang memuat pemikiran dan pengalaman kepemimpinan.

Program NMT LEAP 2026 diikuti 25 pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia, melalui proses seleksi yang ketat. Para peserta berasal dari berbagai posisi strategis, seperti rektor, wakil rektor, dekan, ketua program studi, hingga kepala unit akademik. Sehingga menciptakan ruang kolaborasi dan pertukaran pengalaman dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing di bidang teknologi, setiap institusi peserta memperoleh 100 sertifikasi IC3 Digital Literacy berstandar global dari International Test Center (ITC). “Melalui pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan, diharapkan dapat diimplementasikan untuk memperkuat tata kelola dan kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di tingkat global,” tutur Wenny.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Kolaborasi strategis ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kepemimpinan transformasional di kampus apalagi di tengah perubahan global. Sebuah Perguruan Tinggi tak hanya unggul secara akademik, akan tetapi harus mampu menjadi pusat solusi melalui gerakan kampus berdampak,” tegasnya. (Red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *