KENALILAH MINATMU SEJAK DINI

KENALILAH MINATMU SEJAK DINI

(UKWMS-9/4/2016) Bekerja di bidang yang sesuai dengan minat dan kepribadian adalah hal yang diinginkan setiap insan. Dengan bekerja sesuai minat dan kepribadian yang dimiliki, seseorang akan lebih menghargai  pekerjaannya sehingga ia bekerja dengan lebih giat. Untuk mengetahui minat apa yang dimiliki, seseorang dapat mengasahnya sejak dini dengan melakukan hal-hal yang sesuai kepribadian, mengasah hobby, dan mencari tahu tentang hal yang disukai.

Menyadari pentingnya minat yang ada dalam diri mahasiswa, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UKWMS mengadakan kegiatan LKMMTD 2016 yaitu Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa-Tingkat Dasar. LKMMTD adalah sebuah rangkaian kegiatan yang dilakukan sejak ketika mahasiswa berada di semester 2, bertujuan sebagai bekal mahasiswa untuk memberi pengetahuan lebih dalam mengenai dunia praktek media maupun korporasi sehingga mahasiswa dapat mengetahui minat mereka sebenarnya. LKMMTD juga melatih kerja sama mahasiswa, mengembangkan kreativitas serta menjadikan mahasiswa FIKOM sebagai seseorang yang profesional. Selain hardskill, dalam kegiatan ini softskill juga dilatih ketika bersikap di dalam tim.

Sehubungan dengan LKMMTD, FIKOM UKWMS mengundang sejumlah praktisi komunikasi yang ahli di bidangnya dalam seminar sesi profesional. Mereka adalah Errol Jonathans sebagai praktisi media dan Dadan Kushendarman sebagai praktisi korperasi. Kali ini kegiatan seminar LKMMTD FIKOM mengambil tema new media. New media dipilih sebagai tema LKMMTD karena new media (media sosial) sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat belakangan ini. Mulai dari konten pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, hukum, bisnis, dan budaya kini dengan mudah bisa diakses lewat media sosial, memudahkan banyak orang untuk mengakses berbagai informasi yang diinginkannya.

Untuk membangun semangat para peserta di pagi hari sebelum menerima materi, pihak panitia mengajak mereka untuk melakukan yel-yel bersama. Para peserta dibagi di dalam kelompok, dimana nama tiap kelompok adalah nama bermacam-macam media sosial seperti facebook, twitter, blackberry messenger, path, instagram, skype, line, snapchat. Setelah para peserta melakukan yel-yel bersama, para peserta dipersilahkan untuk menampilkan yel-yel  masing-masing kelompok,  seketika kegiatan berlangsung meriah.

_MG_0127Selanjutnya, Errol Jonathans sebagai praktisi media menyampaikan materinya dalam sesi pertama pada seminar LKMMTD FIKOM 2016. Errol adalah Direktur Utama Radio Suara Surabaya, ia telah berkecimpung di dunia radio sejak tahun 1983 hingga saat ini.  Dalam menyampaikan materi, ia menjelaskan bahwa saat ini masyarakat dunia telah berada di generasi Y menuju ke Z. Dunia saat ini telah menjadi satu ada di dalam gadget, seolah-olah kehidupan  sekarang ada di dalam genggaman. Sekarang seluruh dunia berada di Era Cyber dimana interaksi antara manusia dengan mesin/ teknologi sangat tinggi. “Rasanya kalau listrik mati, lumpuh semuanya, kalau sinyal gadget hilang juga sangat susah,” ungkap Erol.  Di Era Cyber  ini, Errol menuturkan bahwa hal terpenting ketika seseorang ingin bekerja di media, maka ia harus bisa menjadi multitalent, bukan hanya menguasai ilmu komunikasi, karena yang dibutuhkan sekarang adalah orang-orang yang mampu menguasai pendekatan teknologi.

Media semakin berkembang sehingga memungkinkan penyiar radio bisa dilihat, maka dari itu saat ini penyiar radio dipilih melalui kriteria good looking. Hal ini merupakan suatu konsep media yang berkembang, maka kita pun harus mampu mempelajarinya mandiri dan berjalan sendiri. Selain kriteria good looking, untuk mampu menjadi seorang penyiar radio harus memiliki modal suara/ vokal yang baik. “Warna suara memang tak dapat dirubah, tetapi vokal dapat dilatih,” tandas Erol. Di akhir sesi pertama Erol memiliki harapan untuk mahasiswa FIKOM yang berminat menjadi praktisi media khususnya radio, “Jangan menggunakan media sosial untuk hal kesenangan saja, melainkan untuk mencari pengetahuan yang lebih dalam agar kelak ketika bekerja di media memiliki wawasan yang luas dan dapat menjadi seseorang yang multitalent”.

Setelah praktisi media menyampaikan materi, giliran praktisi korporasi yaitu Dadan Kushendarman. Dadan merupakan Direktur Utama Debindo Mitra Tama yang bergerak dalam bidang Event Organizer. Pada zaman sekarang, segala even maupun segala pameran harus menggunakan EO. EO bertugas membantu kliennya untuk dapat menyelenggarakan acara yang diinginkan. Penggunaan jasa EO biasanya digunakan agar penyelenggaraan suatu acara berjalan dengan profesional sehingga hasiln1460699728811ya lebih bagus daripada jika dikerjakan sendiri.

Dadan menyampaikan bahwa zaman semakin berkembang, tentunya memicu penggunaan media sosial sebagai tempat melakukan promosi suatu even atau pameran yang akan berlangsung. “Jadi tak hanya melalui cara pemasaran iklan Above The Line (ATL), Below The Line (BTL) tetapi juga bikin website (situs), masukkan ke media sosial, juga bekerja sama dengan salah satu provider telepon genggam untuk meneruskan promosi tentang pameran”. Menjadi suatu bagian dari EO juga harus mampu jeli terhadap apa saja yang akan terjadi ketika pameran, harus mampu mengkoordinasi potensi dan hambatan yang terjadi. Kemudian ketika mengadakan konser, Dadan menuturkan bahwa yang terpenting adalah harus mengetahui daftar artis yang telah di blacklist, agar tidak menimbulkan kontroversi. Selain hal tersebut perlu juga memperhatikan hal keamanan, dan kesehatan para penonton pameran. Di akhir sesi kedua, ia menambahkan bahwa untuk menjadi seorang EO yang profesional maka sering-seringlah mengikuti workshop, kemudian  belajar menjadi seorang yang kreatif agar mampu merancang bentuk-bentuk pameran yang mampu menarik banyak perhatian orang.

Di akhir acara seminar LKMMTD FIKOM 2016, salah satu dosen FIKOM yaitu Ignatius Deddy menyampaikan beberapa hal mengenai persiapan rangkaian acara LKMMTD berikutnya yaitu outbond yang berlangsung selama dua hari satu malam di MAL (Majapahit Agro Lestari), Pacet, Jawa Timur. Antusiasme seketika terlihat di mata para peserta, mereka tak sabar untuk mengikuti acara outbond tersebut. Acara outbond dilakukan peserta guna melatih kerjasama mereka di dalam tim. (Veronica Amelia/red)