Tampilkan Ragam Budaya Sekaligus

Tampilkan Ragam Budaya Sekaligus

(UKWMS-3/8/2019) – Mempelajari budaya asing kini tak harus datang ke Negara tujuan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk bisa menggabungkan berbagai kebudayaan dari Negara yang berbeda. Hal ini yang dilakukan oleh AIESEC Surabaya bekerja sama dengan Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) di Plaza St. Agustinus, pada Sabtu (3/8) 2019 sore. “Kali ini mengusung teman Summer-rising Diversity yang diambil dari kata summarizing yakni penggabungan. Tujuannya adalah untuk menggabungkan perbedaan budaya dari berbagai Negara di dunia menjadi satu dalam acara Global Village ini,” jelas Nabila perwakilan dari AIESEC.

Diawali dengan pameran kebudayaan, sebanyak 24 negara berkumpul dan menunjukkan kebudayaannya masing-masing. Diataranya Portugal, Spanyol, Hongkong, Vietnam, Tunisia, Oman, India, United Kingdom, Bangladesh, Romania dan masih banyak lagi. Masing-masing delegasi diberi stan tersendiri untuk dihias. Dihadiri ratusan pengunjung, para delegasi tampak antusias memperkenalkan budayanya. Ada yang memperkenalkan geografis negaranya, membawa makanan khas, kesenian dan ada pula yang mengenakan pakaian khas negaranya. Oman contohnya sempat menggambarkan pola di tangan salah satu pengunjung menggunakan tinta henna. Dan tidak sedikit pula yang memberikan cenderamata khas dari negaranya bagi setiap pengunjung.  Fakultas Bisnis pun tidak mau ketinggalan, mereka memberikan gelas sebagai cenderamata bertuliskan UKWMS kepada masing-masing delegasi.

Kedatangan para delegasi asing ke Indonesia, khususnya Surabaya bukan tanpa tujuan. Masing-masing Negara memiliki proyek sosial yang harus mereka jalankan. Tema proyek tersebut antara lain mengenai lingkungan, pendidikan untuk anak jalanan, penyuluhan kesehatan, kesetaraan gender dan kebudayaan. Delegasi dari Portugal yang terdiri dari Hendrique, Diogo dan Andre misalnya, mereka memiliki proyek terkait lingkungan salah satunya yang telah dilakukan yakni bersih-bersih sampah di Pantai Kenjeran Surabaya. Total para delegasi ini memiliki waktu selama 1,5 bulan untuk melaksanakan proyek-proyek tersebut. Agar semakin mudah beradaptasi, para delegasi Portugal ini tinggal di rumah Mistachul Mu’awaroh, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Fisika UKWMS yang menjadi host family (keluarga asuh) sekaligus Local Volunteer (relawan lokal).

Memasuki acara sesi kedua, hadir membuka acara salah satunya yakni Drs. Djoko Wirjawan, Ph.D., selaku Wakil Rektor III UKWMS. Kemudian disusul dengan penampilan budaya dari masing-masing delegasi, seperti menyanyi dan menari.