WMLI Resmikan IELTS Off-site Test Venue

WMLI Resmikan IELTS Off-site Test Venue

(UKWMS-3/1/2018) Yayasan Widya Mandala Surabaya, melalui Widya Mandala Language Institute (WMLI) menandatangani lembaran pengesahan kerjasama bersama International Development Program (IDP) pada Kamis (3/1). Adanya kerjasama ini menjadikan WMLI sebagai test center (pusat tes) resmi International English Language Testing System atau yang lebih dikenal IELTS di Jawa Timur.

“IELTS berkembang sangat pesat. Ini tidak lepas dari keunggulannya dari jenis test lain yang tidak memiliki speaking test (tes berbicara lisan) secara real time face to face interview (wawancara tatap muka waktu nyata) sebagaimana yang disediakan IELTS. Kami yakin, dengan pengalaman yang luar biasa banyak, Widya Mandala Language Institute bisa membantu kami mengembangkan IELTS” Ungkap Operations Manager IDP Jakarta, Albert Sutanto.

Berkembangnya kebutuhan akan sertifikasi Bahasa Inggris di semua bidang mendorong WMLI untuk menyediakan fasilitas bagi masyarakat Jawa Timur khususnya warga Surabaya. Lokasi WMLI yang terletak di pusat kota pahlawan ini tentunya juga merupakan poin tambahan dalam hal kemudahan akses bagi banyak pihak. “Kita ingin memfasilitasi masyarakat, khususnya generasi muda yang sudah sadar bahwa zaman telah berubah, kemampuan berbahasa Inggris juga semakin dibutuhkan, dan sekaligus ingin menyadarkan mereka yang belum peka terhadap perubahan itu” ujar Direktur WMLI, Vincentia S.H.S, M.Pd.

Sebagai test center, WMLI siap mengadakan test IELTS setiap hari Sabtu sepanjang tahun. Siapapun bisa mengikuti tes asalkan sudah mendaftar terlebih dahulu dengan mengontak WMLI secara langsung. WMLI juga menyediakan kelas persiapan IELTS. Kelas persiapan tersebut rata-rata berdurasi total sepanjang 40 jam dan bisa disesuaikan waktu dan jumlah pesertanya. Bertujuan utama sebagai fasilitator, WMLI bahkan menyediakan beberapa pilihan program belajar Bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan, usia, dan gaya belajar peserta.

“Jika ada peserta yang misalkan listening skill (kemampuan mendengar) nya belum mencapai target, kita bisa fasilitasi untuk fokus mengasah skill tersebut. Peserta yang fokus meningkatkan speaking skill (kemampuan berbicara) kita kelompokkan dan seterusnya sesuai kebutuhan peserta. Tapi tentu kita juga memfasilitasi mereka yang ingin belajar semua skill tersebut sekaligus,” demikian ungkap Vincentia yang biasa disapa dengan panggilan Tantri ini.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa peserta juga dikelompokan berdasarkan usia dan gaya belajar. Ada kelompok usia SMP – SMA, dan juga usia dewasa. Peserta yang lebih memilih belajar sendiri juga dibedakan dari peserta yang lebih suka belajar bersama dengan biaya yang lebih ekonomis. “Itu dilakukan agar peserta bisa mengusai Bahasa Inggris dengan cepat dan tepat, karena setiap pribadi itu unik” lanjut Tantri.

Keseriusan WMLI dalam mendukung fasilitas IELTS Test Center ini diwujudkan dengan penyediaan ruang tes khusus berkapasitas dua puluh orang yang dilengkapi dengan pengedap suara sehingga peserta tidak akan terganggu oleh suara apapun dari luar ruangan tes. Selain IELTS, Widya Mandala Language Institute juga menyediakan program Bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea untuk semua kalangan. Konsepnya sama yakni disesuaikan dengan kebutuhan, usia, dan gaya belajar peserta. (WMLI/Red)