(UKWMS – 20/8/2026) – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) terus mendorong penguatan kapasitas kepemimpinan. Khususnya dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi. Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UKWMS, Ir. Wenny Irawaty, Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dalam program National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026.
NMT LEAP (Leadership Enhancement Through Awareness and Peer-Learning for Transformational Change), merupakan program pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Universitas Surabaya (UBAYA).
Program ini didukung oleh German Academic Exchange Service (DAAD) melalui Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES), bersama Universitas Potsdam dan German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ), serta dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan NMT LEAP 2026 diikuti oleh 25 pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan pemimpin perguruan tinggi dalam merespons perubahan, khususnya terkait transformasi digital dan AI, perubahan generasi mahasiswa, tata kelola, keberlanjutan, serta berbagai tantangan strategis pendidikan tinggi.
Rangkaian NMT LEAP 2026 ini berlangsung dalam dua tahap. Pertemuan pertama sukses diikuti pada periode 30 Maret sampai 2 April lalu di Surabaya.
Simak berita pertemuan pertama https://ukwms.ac.id/ukwms-ikuti-nmt-leap-2026-perkuat-ekosistem-pendidikan-tinggi-hadapi-ai-dan-gen-alpha/.
Pada sesi kedua yang berlangsung pada tanggal 10-13 Agustus 2026 di Surakarta, ‘Kami memperoleh pembelajaran penting dari berbagai sesi, mulai dari kepemimpinan, internasionalisasi, manajemen mutu, pengelolaan proyek, pengembangan sumber daya manusia, ketahanan finansial, serta strategi menghadapi perubahan,” kata Wenny.
Pendekatan peer learning dan peer consulting menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran sehingga peserta dapat saling berbagi pengalaman dan perspektif dalam menghadapi tantangan institusi masing-masing. Selain pembelajaran dalam kelas, peserta turut memperoleh pengalaman melalui kunjungan institusi, dan pendampingan Project Action Plan. Tujuannya, untuk menerjemahkan gagasan perubahan menjadi langkah yang lebih konkret.
Bagi UKWMS, partisipasi Wenny menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan kepemimpinan, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi lain. Sekaligus, menjadi sumber refleksi dalam mengembangkan TEACH⁺ (Transforming the Educational Ecosystem through Active Collaboration for Higher Education), yang mendorong kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pimpinan universitas, dan mitra eksternal dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih kuat.
Melalui NMT LEAP 2026, UKWMS terus mendorong kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada perubahan berkelanjutan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi penguatan institusi dan pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat. (LPPM/red1)



