ISC APTIK 2022: Keberagaman sebagai Persatuan

Foto bersama sebagian peserta dalam Pentas Budaya di RBN Wale Ma’zani Minahasa
Foto bersama sebagian peserta dalam Pentas Budaya di RBN Wale Ma’zani Minahasa

(UKWMS – 26/1/2023) – Pada Kamis hingga Minggu (10-13/11) 2022 lalu, Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyelenggarakan Intercultural Student Camp (ISC). ISC kali ini mengusung tema “Merawat Kebhinekaan dan Nasionalisme Generasi Muda melalui Perjumpaan”. Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, kegiatan ini tetap dinanti dan semaraknya tidak hilang.

Cecilia Kinanti Nugroho atau akrab disapa Kinan, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), bersama empat perwakilan lainnya yaitu Ina (Fakultas Farmasi), Zita (FKIP kampus Madiun), Widya dan Iyul (Fakultas Vokasi) menjadi perwakilan UKWMS pada kegiatan ISC. Keempatnya bersama berangkat menuju Manado, didampingi Hendrik Djoni, S.Kom., Kabag Kemahasiswaan dan Dr. F.V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si., Wakil Rektor III UKWMS.

Tiba di Manado, Kinan dan peserta menuju Gereja Bunda Hati Kudus untuk opening ceremony dan makan siang. Perjumpaan pertama dengan teman-teman dari berbagai universitas dan daerah membuat Kinan tertantang untuk berkenalan. Di sana, peserta diajak menikmati keindahan dan keramaian Kawasan Megamas. Kombinasi pemandangan gunung, laut, dan pertokoan yang mengesankan. Perjalanan berlanjut menuju lokasi camping di Bukit Doa Mahawu, Tomohon.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memaknai perjumpaan generasi muda milenial dengan keberagaman budaya, sehingga menumbuhkan rasa toleransi terhadap perbedaan. Materi yang diberikan antara lain tentang identitas dan visi misi perguruan tinggi Katolik, peranan mahasiswa sebagai aset bangsa dalam menjaga NKRI, mengenal Ekowisata Tomohon International Flower Festival (TIFF), forum kerukunan umat beragama dengan enam pemuka agama sebagai narasumber, Laudato Si, dan materi kebudayaan.

Hari terakhir, peserta diajak city tour ke beberapa tempat antara lain, Kampung Jawa di Tondano, Bukit Karmel, Gereja St. Joseph Sarongsong, Danau Linow, dan Rumah Budaya Nusantara (RBN) Wale Ma’zani Minahasa. Pemandangan yang disuguhkan alam sungguh membuat Kinan takjub, udara dingin yang sejuk terasa menyegarkan. Di RBN Wale Ma’zani Minahasa, setiap perguruan tinggi Katolik yang hadir menampilkan pentas budaya.

Closing Ceremony ditandai dengan Penerbangan Lampion
Closing Ceremony ditandai dengan Penerbangan Lampion

Kinan dan perwakilan dari UKWMS menampilkan puisi dan tari lenggang yang berasal dari Surabaya. Closing ceremony ISC terasa mengharukan, ditambah dengan penerbangan lampion sebagai simbol telah menyelesaikan proses bersama.

“Kami diajarkan untuk melihat keberagaman bukan sebagai perbedaan, tetapi sebagai persatuan. Melalui kegiatan penampilan budaya dan sesi materi dengan pemuka agama, kami sadar pentingnya toleransi sebagai penerus bangsa. Tak hanya itu, saya juga belajar bahasa daerah dari teman-teman daerah lain. Saya juga pertama kali menari Tarian Tobelo bersama seluruh peserta. Awalnya mudah, namun tarian ini sungguh rumit dan menguras tenaga,” kesan Kinan. (Anglelina Kartini, S.Psi. – Fakultas Psikologi UKWMS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hari Keadilan Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Juli. Peringatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya sistem pengadilan di dunia agar memberikan keadilan secara kemanusiaan bagi para korban kejahatan dan perang.

Mendukung Hari Keadilan Sedunia

(UKWMS – 17/07/2024) Hari Keadilan Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Juli. Peringatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya sistem pengadilan di dunia. Terutama dalam rangka mendukung

UKWMS Open Hiring

(UKWMS – 3/7/2024) – Pusat Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (P3SDM UKWMS), adakan Open Hiring. Pada kesempatan ini, UKWMS