Belajar Pangan Sehat ala Profesor Jepang

Belajar Pangan Sehat ala Profesor Jepang

(UKWMS-2/10/17) Hasil survei yang dilakukan sebuah asuransi global Cigna pada tahun 2015, kesadaran dan pemahaman gaya hidup sehat masyarakat Indonesia menempati posisi terakhir dari total 11 negara yang disurvei, dengan skor 49,3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya hidup sehat di Indonesia masih butuh ditingkatkan. Guna meningkatkan angka kesadaran dan pemahaman tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS) telah memprogramkan keunggulan penelitian teknologi pangan berbasis komoditas lokal dengan mengarahkan pada manfaat kesehatan melalui inovasi formulasi dan pengembangan produk pangan.

β€œHal ini karena masih banyak komoditas lokal yang belum dikembangkan secara maksimal maupun belum dipahami secara mendalam keterkaitannya dengan kesehatan,” ujar Dr. Paini Sri Widyawati ST., M.Si selaku Wakil Dekan II FTP UKWMS. Selain itu, bersama dengan Pusat Penelitian Pangan dan Gizi (PPPG), dan dengan memanfaatkan keberadaan Integrated Health Science Education Program di UKWMS maka kesempatan berdialog, diskusi, dan kuliah tamu bersama para pakar teknologi pangan internasional selalu diupayakan.

Kali ini, dengan menghadirkan Prof. Takuya Sugahara, Ph.D dari Ehime University, Jepang UKWMS berharap mendapatkan tambahan wawasan dalam memantapkan bidang penelitian unggulan. Selain itu, acara yang dikemas sebagai kuliah tamu ini sekaligus menjadi ajang pengayaan materi pembelajaran di luar kurikulum. Prof. Sugahara selama ini telah menggeluti bidang penelitian Sistem Biologi Sel, Kimia Pangan dan Gizi, Sistem Imun, juga pengaruh teh hitam dan kolagen ubur-ubur untuk kesehatan. Tak hanya itu, Prof. Sugahara juga telah menerbitkan ratusan karya tulis ilmiah dan ribuan sitasi dari karya-karya penelitiannya. Pada tahun 2017 saja telah terdapat tujuh publikasi ilmiah internasional yang dibuatnya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menunjukkan bahwa Teknologi Pangan merupakan faktor utama untuk mencapai tingkat kesehatan melalui tindakan pencegahan. Pangan dan kesehatan telah teruji saling berkaitan dan berperan penting dalam pengelolaan kesehatan masyarakat secara preventif. Kemajuan di bidang life science/bioscience telah menguatkan peran pangan dalam memodulasi sistem imun, dan sistem kontrol kesehatan lainnya.

Tepat pada Jumat (15/9) di ruang A201 Kampus UKWMS Dinoyo, Prof. Takuya Sugahara, Ph.D., membawakan kuliah tamu dengan topik β€œEvaluation of Food Functions and Development of Functional Foods-Anti-Allergic Effect of Citrus”. Prof. Sugahara ingin menjelaskan mengenai efek positif yang bisa didapatkan dengan memanfaatkan kulit jeruk sebagai anti-alergi. Kulit jeruk selama ini hanya dibuang dan menjadi limbah setelah digunakan. Melalui inovasinya, Prof. Sugahara membantu dunia kesehatan dan membuat kulit jeruk sebagai makanan fungsional (memliki fungsi lebih). Seminar dimoderatori oleh Ir. Indah Kuswardani, M.P, yang juga salah satu dosen FTP UKWMS yang menekuni bidang Mikrobiologi dan Teknologi Pengolahan Pangan.

Pada sesi pertama, Prof. Sugahara menjelaskan keadaan laboritorium dan alat-alat yang digunakannya di Ehime University. Diantaranya CO2 Incubator, Cell Counter, Freezer, Real-time RT-PCR dan lain sebagainya. Alat-alat ini merupakan pendukung seluruh penelitian miliknya karena banyak terdapat sample sel tersimpan. Ia juga menjelaskan mengenai penggunaan kulit jeruk yang memiliki kandungan Nobiletin. Nobiletin memiki fungsi anti-pembengkakan dan anti-tumor baik pada manusia maupun hewan. Namun, Prof. Sugahara hanya berfokus pada fungsi anti-alergi Nobiletin.

Nobiletin yang ada di kulit jeruk ini bisa mencegah degranulasi yakni proses pelepasan kandungan sel seperti histamine yang merupakan senyawa pembawa alergi. Sehingga alergi akan berkurang. Pada penelitiannya, Nobiletin dikombinasikan dengan yogurt untuk mendapat hasil penyembuhan yang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan melakukan penelitian pada tikus percobaan yang diberi hay fever (alergi rhinitis). Lama-kelamaan alergi rhinitis berkurang setelah diberikan Nobiletin yang dikombinasikan dengan yogurt.

Pada sesi terakhir ia menjelaskan bahwa di Ehime University juga telah mengembangkan minuman yogurt yang mengandung kulit jeruk untuk dikonsumsi sehari-hari. Ehime University bekerja sama dengan perusahaan susu setempat untuk memproduksi N+ Yogurt Drink, yang dibuat bersama para mahasiswa Ehime University. Lebih dari itu, tak hanya sebagai anti-alergi, kulit jeruk juga mampu dijadikan bahan untuk membuat sediaan kosmetik. (red/hra)