Modali Dirimu Sendiri

Modali Dirimu Sendiri

(17/09/2016) Para mahasiswa semester akhir tampak memadati ruangan Auditorium A301 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Di sudut panggung terdapat band yang melantunkan lagu untuk mencairkan suasana. Tepat pukul sembilan pagi, seminar dimulai bersama Niko Wiradinata selaku pembicara dan Monica Ajeng Erwita S.Sos. MM., sebagai moderator. Niko, merupakan salah seorang peraih Indonesia TOP Leader 2016, di tahun sebelumnya ia juga meraih Best Emerging Technopreneur of The Year 2015 yang diberikan oleh Entrebiz Australia. Pengusaha muda ini memiliki bisnis di bidang Teknologi Informasi (TI) bernama Dunplex Group. Kesuksesan tidak lantas menjadikannya seperti ‘kacang lupa akan kulit’. Kesibukannya yang padat dan melelahkan tertutup oleh senyum dan sapaan ramah yang Niko berikan sepanjang sesi berbagi ilmu di almamaternya.

Sebelum memulai pada materi, Niko mengenang kehidupannya saat kuliah dan memulai bisnis untuk pertama kalinya. “Dulu saya waktu kuliah, merupakan mahasiswa yang paling tidak disukai oleh dosen. Saya selalu datang 5 menit sebelum jam mata kuliah berakhir, karena memang tidak niat untuk kuliah,” ujarnya sambil tertawa. Niko muda lama-kelamaan pun sadar bahwa hidup tidak bisa berjalan dengan baik bila ia tetap seperti ini, maka ia pun mencoba menjadi asdos (asisten dosen). Dosen dan teman-temannya pun heran, karena Niko berubah menjadi pribadi yang teladan. Ketekunan Niko untuk berubah mengantarkannya lulus kuliah dengan nilai yang cukup baik.

dsc_0469

Alumni Fakultas Bisnis UKWMS ini pun mencoba untuk membuka bisnis selepas kuliah, dengan bidang yang berbeda yaitu TI. Niko mengatakan, kita sebagai anak muda harus memiliki banyak keahlian, jangan hanya di bidang yang kita pelajari saja. Gemarlah untuk membangun diri, karena baginya setiap hari kemampuan harus makin bertambah. Tak hanya berhenti disitu, Niko juga pernah bekerja menjadi reseller bolpen, berjualan pangsit mie ayam, dan beberapa lainnya.

“Intinya, saat membuka bisnis lakukan dengan passion. Kalau keinginanmu bukan di situ, mending jangan deh. Dan juga, saat membuka usaha baru jangan terburu-buru untuk membuat usaha yang lainnya juga. Sama seperti mempunyai bayi, jangan terburu-buru untuk mempunyai bayi lagi, tapi rawatlah dahulu hingga menjadi baik,” saran Niko.

Memang jalan hidup yang dilalui Niko berliku-liku hingga mengantarkannya pada perusahaan dimana ia bernaung sekarang. Dalam lima tahun, Niko mampu memberikan dua penghargaan kepada perusahaannya yaitu sebagai Best Young Entrepreneur 2014 dan Pendatang Terbaru 2015. Penghargaan ini sangat bergengsi, karena berasal dari enam kementrian di Indonesia.

Bagi mahasiswa, membuka bisnis itu perlu. Memulai dengan mencari modal sendiri, jangan meminta dari orang tua. “Dulu saya untuk membuka usaha, menggadaikan motor bebek saya, tidak sepeserpun dari orang tua. Dan jangan tergiur oleh kartu kredit yang sering ditawarkan, karena hal itu malah akan menyusahkan bila usaha kita tidak berhasil,” ujar Niko. Saat kita sudah dapat membuka bisnis, buatkah inovasi-inovasi agar usaha kita tidak monoton dan selalu diminati oleh konsumen. Banyak sekali potensi usaha yang dilihat oleh Niko di mahasiswa UKWMS, namun mereka masih malu untuk mengekspresikannya. Setelah seminar, Niko berharap para mahasiswa makin tergerak untuk mencoba membuka bisnis sendiri. (hra/Red)