PERMATA Yang Pertama

PERMATA Yang Pertama

(UKWMS-18/8/2016) Kegembiraan tiada henti bagi Hansel Effendy, Anak kedua dari tiga bersaudara. Dia terpilih untuk mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA) yang akan berjalan mulai tanggal 22 Agustus 2016. Program ini sendiri bertujuan membangun dan memperkuat nasionalisme mahasiswa, meningkatkan komunikasi lintas perguruan dan budaya terutama untuk mahasiswa, dan mereka berkesempatan belajar di bidang  ilmu yang mereka pelajari di perguruan lain. Mahasiswa angkatan 2014 yang akrab dipanggil Hansel ini menjadi orang pertama di UKWMS yang mengikuti program ini.  Dia pun berangkat ke Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Mulanya hal ini sangat mengagetkan bagi mahasiswa Jurusan Akutansi itu. Suatu sore dia dipanggil oleh Ketua Jurusan, lalu diberitahu bahwa dirinya terpilih untuk mengikuti program PERMATA. Setelah mendengar pemberitahuan istimewa itu, Hansel menjadi bingung. Karena jika dia mengikuti program tersebut, maka banyak perlombaan yang menjadi hobinya akan batal ia ikuti. Saran orangtua pun menjadi hal penting bagi laki- laki yang baru menginjak usia sembilan belas tahun ini. Setelah mempertimbangkan dengan matang, dia mengambil keputusan untuk mengikuti program PERMATA.

Program bergengsi ini merupakan program pertukaran mahasiswa yang dilaksanakan hanya oleh sembilan puluh universitas terpilih dari ribuan universitas yang ada di Indonesia. “UKWMS tentu saja merasa sangat bangga dan beruntung karena terpilih sebagai satu dari empat puluh enam universitas swasta yang dinilai layak oleh pemerintah untuk menjalankan program PERMATA. Sungguh suatu bentuk kehormatan dan tentu saja kami sangat menghargai Hansel sebagai mahasiswa pertama kami yang berani memutuskan untuk berangkat dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Drs. Kuncoro Foe G.Dip. Sc., Ph.D., Apt selaku Rektor UKWMS.

Kegiatan ini akan berlangsung selama enam bulan. Mahasiswa semeter lima ini menempuh dua belas sistem kredit semester (SKS) yang terdiri  dari teori akutansi, sistem pengendalian management, pengauditan II, serta pengauditan internal. Selain mengikuti jadwal aneka mata kuliah, Hansel mempunyai beberapa rencana di kota yang terkenal dengan makanan khas gudeg tersebut. Salah satunya ingin bergabung dalam organisasi mahasiwa yang biasa disebut ormawa. Bukan hanya untuk mencari teman, tetapi bergabung ormawa di sana niscaya membuat Hansel lebih mudah mempelajari budaya di sana. Persiapan memang sudah dia siapkan sebaik mungkin, mulai dari persiapan diri, persiapan mental dan persiapan beradaptasi dengan lingkungan serba baru.

Tepat satu hari setelah hari kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa yang menjadi perwakilan UKWMS khususnya Jurusan Akutansi itu akan berangkat menuju kota Yogyakarta. Penuh semangat, pemuda cekatan yang telah dua kali menjuarai ajang lomba akuntansi di tingkat nasional itu pun siap mencari pengalaman baru. Menurut rencana, pesawat yang ditumpanginya akan tiba di tujuan pada saat matahari terbenam. Esoknya, Hansel akan disambut oleh teman-teman baru untuk berbagi ilmu serta kebudayaan di luar yang biasa ia temui di Surabaya.

Hansel bertekad, “saya akan mengharumkan nama baik UKWMS disana, dan melakukan segala sesuatu dengan maksimal”. Harapan itulah yang menjadi tujuan utamanya bukan hanya untuk program PERMATA ini, tetapi juga untuk selanjutnya bahkan saat ia lulus nanti. Banyak mendukung Hansel, mulai dari orang tua, keluarga, dosen dan teman temannya. Mereka akan turut senang dan bangga bila harapan Hansel dapat tercapai. Berkaryalah di sana Hansel, kami mendukungmu! (pau/Red)

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis yang mengikuti program PERMATA

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis yang mengikuti program PERMATA