UBS Ajak Mahasiswa UKWMS Bangun Personal Branding & Self Marketing

(UKWMS – 21/5/2026) – Untuk membekali para mahasiswa dalam persiapan awal memahami industri kerja, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memfasilitasi dalam Wimates Future Connect (WFC). Kali ini, peserta merupakan mahasiswa UKWMS yang tengah menempuh semester 4 dan 5.

WFC Tahap Pertumbuhan ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas di UKWMS. Acara pun berlangsung antusias dan sukses digelar selama dua hari, yakni pada Kamis – Jumat (7-8/5) lalu, di Auditorium B, UKWMS Dinoyo. Tak ketinggalan, para narasumber yang kompeten pun dihadirkan.

“Kegiatan Wimates Future Connect ini merupakan salah satu fasilitas bagi mahasiswa UKWMS dan sifatnya wajib diikuti. Untuk kali ini, WFC diawali pada tahap pertumbuhan sebagai bekal awal sebelum nantinya kalian terjun ke dunia industri yang sesungguhnya,” terang Devina Felbania, S.I.Kom., selaku Kepala Urusan Karir UKWMS saat menyampaikan sambutan.

WFC hari pertama mengusung topik Beating Competitors Through Personal Branding and Self-Marketing. Hadir sebagai narasumber adalah Aucy Chandra, S.T., M.M., selaku Assistant Manager Human Capital PT Untung Bersama Sejahtera (UBS Gold). Pada materi ini, Aucy mengajak para peserta mengenali personal brandingnya masing-masing dan bagaimana cara mempromosikan kemampuan dirinya kepada publik.

“Ada beberapa hal dari pentingnya memiliki personal branding, yakni dapat membantu Human Resource mengenali kalian dibandingkan kompetitor. Kemudian lebih mudah diingat dan menjadi pembeda utama diantara kandidat lainnya,” tutur Aucy mengawali materi.

Namun, mengenali, menentukan, dan membangun personal branding bukan perkara yang sederhana. Tidak menutup kemungkinan masih banyak mahasiswa yang bingung cara untuk memulainya. Karena, tidak sedikit dari mahasiswa yang mungkin masih ingin mengeksplorasi kemampuan diri dan keunggulannya.

“Untuk membangun personal branding, ada dua cara utama yang bisa dilakukan. Pertama, mulai dari mengenali diri sendiri. Contohnya, apa kelebihan kita, kemampuan apa yang dipunya, dan pengalaman apa yang paling relevan. Kedua, tentukan positioning, kita ingin dikenal sebagai apa. Misalnya, ingin dikenal sebagai analis keuangan, humas, content creator, atau profesi menarik lainnya,” jelas Aucy yang juga alumni UKWMS.

Personal Branding Saja Tidak Cukup

Lantas, apakah dengan membangun personal branding saja sudah cukup? Belum. Maka, apa yang harus dilakukan mahasiswa untuk bisa mempromosikan kemampuannya kepada publik? Aucy pun membahas lebih lanjut terkait self-marketing.

“Self marketing punya peran yang sangat penting. Kalau kita tidak bisa menjelaskan kelebihan yang dimiliki, orang lain juga tidak akan melihatnya. Maka, kita perlu memanfaatkan platform digital, seperti Instagram atau LinkedIn. Ingat, jejak digital pun turut berperan dan jangan lupa bangun koneksi strategis,” pungkas Aucy.

Jika sudah memanfaatkan platform digital untuk mempublikasikan portfolio dan branding, akan lebih memudahkan bagi perusahaan dalam mengenali kemampuan kita. Sehingga, peluang untuk berkecimpung sesuai bidang atau minat pun lebih mudah. (Red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *