CED 2026: Kolaborasi 4 Negara Dorong UMKM Desa dan Sulap Potensi Lokal Resapombo Blitar Berbasis SDGs

(UKWMS – 18/9/2026) – Bertekad mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dari akar rumput, Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) sukses menggelar program internasional Community Engagement for Development (CED) 2026. Mengusung tema “From Local Roots to Sustainable Growth through Innovation and Collaboration”, kegiatan ini berlangsung selama delapan hari. Terhitung sejak 22 hingga 28 Juli 2026 lalu.

Program ini mempertemukan 41 peserta, yang terdiri dari mahasiswa UKWMS dan mahasiswa internasional, 25 panitia mahasiswa, 7 dosen UKWMS sebagai fasilitator, serta 3 dosen internasional. Tiga perguruan tinggi asing Asia turut menerjunkan mahasiswanya, yakni Japan University of Economics (JUE – Jepang), University of Immaculate Conception (UIC – Filipina), dan Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR-UMT – Malaysia).

Rangkaian program dibuka secara resmi pada Rabu (22/7) di UKWMS Kampus Pakuwon City oleh Wakil Rektor I UKWMS, Dr. F. V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si. Pembukaan ini juga diisi oleh Kantor Urusan Internasional UKWMS, untuk memberikan pembekalan intensif sebelum para peserta terjun langsung ke tengah masyarakat.

Dampingi 21 UMKM Lewat Pendekatan Live-In dan Service Learning

Inti kegiatan berlangsung pada 23-27 Juli 2026 di Desa Resapombo, Kabupaten Blitar, bekerja sama dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi Resapombo. Mengusung metode service learning, para mahasiswa tinggal langsung di 21 rumah warga lokal yang bertindak sebagai host parents.

Selama lima hari, para peserta membaur dan membantu langsung beragam unit usaha milik warga. Mulai dari industri mebel kayu, pembuatan pupuk organik, batako, greenhouse melon, batik percik, pakan ternak silase, peternakan (breeding) kambing, keripik talas, hingga bisnis kuliner seperti warung makan, pembuatan kue, katering, dan beberapa usaha lain.

“Saya berharap baik pelaku UMKM maupun peserta CED memperoleh wawasan baru, baik dari segi pengetahuan maupun dampak bisnis yang nyata. Kemudian, program ini menjadi sarana pengenalan budaya Indonesia dan kearifan lokal, yang mungkin belum banyak diketahui oleh para peserta. Terlebih lagi, CED 2026 menjadi pengalaman yang indah dan berkesan bagi semua pihak yang terlibat,” ujarYulika Rosita Agrippina, S.M., MIB., selaku Ketua Pelaksana CED 2026.

Selain mendampingi sisi bisnis, peserta juga diajak menyelami kearifan lokal. Mahasiswa antusias belajar seni gamelan, tari tradisional, hingga mengenal kesenian Reog. Kebersamaan tersebut berpuncak pada gelaran Cultural Night pada Minggu (26/7) lalu, yang menyuguhkan kolaborasi pentas seni antarnegara dan pertunjukan warga desa.

Momen kepulangan pada Senin (27/7) pun berlangsung haru. Sejumlah warga host parents mengantarkan para mahasiswa hingga titik keberangkatan. Meski berinteraksi dalam waktu relatif singkat, keterikatan emosional dan kesan mendalam telah terbangun erat.

Hasil dan Kontribusi terhadap SDGs

Setibanya di Surabaya, seluruh peserta menyajikan hasil pendampingan dalam sesi presentasi di hadapan panelis dosen UKWMS dan dosen internasional di UKWMS Kampus Dinoyo pada Selasa (28/7). Berbagai capaian nyata berhasil diimplementasikan untuk warga desa, antara lain:

  • Pembuatan Media Promosi Digital & Profil Bisnis: Memperluas jangkauan pasar produk lokal
  • Pengenalan Marketplace: Pada beberapa jenis usaha, mahasiswa mengenalkan penggunaan dan fitur marketplace
  • Pengenalan Iklan Digital: Menggunakan ads berbayar pada media sosial
  • Digitalisasi Sistem Pembayaran: Mengedukasi penggunaan dompet digital/QRIS untuk transaksi
  • Optimalisasi Operasional & Tata Kelola: Memperbaiki efisiensi kerja serta pembukuan sederhana UMKM desa.

Wakil Dekan III Fakultas Bisnis UKWMS sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Robertus Sigit Haribowo Lukito, S.E., M.Sc., menekankan bahwa CED 2026 menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

  • SDG 8 (Decent Work & Economic Growth): Melalui peningkatan daya saing dan efisiensi operasional usaha mikro masyarakat desa.
  • SDG 11 (Sustainable Communities): Melalui pemberdayaan komunitas lokal yang menghargai budaya serta mendorong industri ramah lingkungan (seperti pupuk organik dan silase).
  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): Mewujudkan kemitraan lintas negara (Indonesia, Jepang, Filipina, Malaysia), perguruan tinggi, gereja/paroki, dan warga desa.

Ketua Pelaksana CED 2026, bersama tim dosen fasilitator yang beranggotakan Nyana Vaddhano, S.Bns., M.M., Anastasia Nelladia Cendra, S.Pd., M.Pd., Vivian Angelina S. W., S.Ak., M.Ak., Aurellia Vania Wijaya, S.Ak., M.Ak., dan Yuliasti Ika Handayani, SE., M.M., berharap dampak positif dari program ini dapat terus berlanjut dan memberi inspirasi bagi pengembangan desa berbasis inovasi. (CED/red1)

Peserta CED 2026 berfoto bersama usai presentasi dihadapan panelis (dok. CED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PPK UKWMS 2026: Game On!

(UKWMS – 11/8/2026) – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) resmi menyambut para mahasiswa baru angkatan 2026. Wimates – sapaan akrab untuk sivitas akademika UKWMS,