Berdayakan Masyarakat Melalui Pembuatan Yoghurt dan Keju

Berdayakan Masyarakat Melalui Pembuatan Yoghurt dan Keju

Netty Kusumawati (berdiri) didampingi Maria Yulian menjelaskan proses persiapan pembuatan yoghurt kepada peserta

Netty Kusumawati (berdiri) didampingi Maria Yulian menjelaskan proses persiapan pembuatan yoghurt kepada peserta

(UKWMS – 19/12/2022) – Yoghurt dan keju merupakan makanan yang popular di masyarakat. Produk berbahan dasar susu ini disukai oleh semua kalangan, terutama anak-anak. Selain rasanya yang enak, yoghurt dan keju memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Diantaranya menyehatkan sistem pencernaan melalui keberadaan bakteri baik, menyumbangkan zat gizi protein, lemak, dan berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi metabolisme tubuh.

Meskipun yoghurt dan keju banyak beredar di masyarakat, kedua produk ini hanya diproduksi oleh perusahaan berskala besar. Hal ini karena dalam pembuatannya membutuhkan proses fermentasi khusus, dan bakteri serta enzim yang menjadi starter tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Mengingat manfaat kedua produk dan peluang pasar yang terbuka, masyarakat terutama petani susu dapat belajar pembuatan yoghurt dan keju sebagai diversifikasi olahan produk susu segarnya.

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS), melihat peluang ini dan bekerja sama dengan Fakultas Teknik UKWMS. Mereka menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat, pelatihan pembuatan yoghurt dan keju bagi petani susu binaan Gubug Lazaris dan masyarakat umum.

ki-ka - Romo Jauhari Direktur Gubug Lazaris menerima penyerahan alat dan bahan produksi dari perwakilan FTP UKWMS

ki-ka – Romo Jauhari Direktur Gubug Lazaris menerima penyerahan alat dan bahan produksi dari perwakilan FTP UKWMS

Gubug Lazaris sebagai mitra kegiatan, merupakan sebuah komunitas Agroekologi pertanian organik yang berlokasi di di Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Gubug Lazaris ini dikelola oleh romo-romo kongregasi CM. Sebagai sebuah komunitas, Gubug Lazaris memberdayakan masyarakat untuk mengolah tanaman secara organik, termasuk di dalamnya adalah peternakan sapi perah penghasil susu.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dari pemerintah, melalui Kemenristekdikti dengan skema Program Kemandirian Masyarakat (PKM) untuk tahun anggaran 2022 berdurasi dua minggu. Puncak kegiatan ini dilaksanakan pelatihan pada Minggu (18/12), meliputi pelatihan produksi yoghurt, keju, dan manajemen usaha yang diikuti oleh 45 peserta.

Selain itu, FTP UKWMS turut menggandeng Pusat Unggulan Inovasi (PUI) Probiotik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Tujuannya untuk memberikan penguatan kepada masyarakat dalam usaha pembuatan produk. Masyarakat mendapatkan pelatihan pemilihan starter yoghurt, tahapan proses pengolahan, dan proses penyimpanan yang baik dari produk yoghurt.

“Untuk produk keju, mitra dilatih untuk mengenal proses pembuatan dan tahapan krusial untuk menghasilkan keju yang berkualitas baik. Sebagai tambahan, untuk masyarakat yang telah ataupun akan memiliki usaha, juga diberikan pelatihan manajemen usaha sederhana untuk tingkatan UMKM,” jelas Dr. Ignatius Srianta, STP., MP., Dekan FTP UKWMS.

Menurut Ir. Ira Nugerahani, M.Si., selaku ketua kegiatan, produk yoghurt dan keju dapat dibuat oleh masyarakat atau UMKM jika masyarakat mengetahui bahan-bahan yang diperlukan, cara pembuatan yang baik dan benar, serta mendapatkan informasi di mana dapat memperoleh bahan-bahannya. “Hal ini yang akan menjadi fokus pelatihan yang diberikan, diharapkan mitra mendiversifikasi olahan susu, tidak hanya sebatas susu segar dan susu pasteurisasi. Tetapi mampu menghasilkan produk seperti yoghurt dan keju yang banyak diminati masyarakat,” pungkas Ira. (Red)