CU Prima Danarta Gandeng UKWMS Bantu Masyarakat

CU Prima Danarta Gandeng UKWMS Bantu Masyarakat

(UKWMS – 14/5/2022) – Peminjaman dana untuk berbagai kebutuhan seperti modal untuk usaha banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Banyak sekali pilihan jasa yang memberikan kemudahan untuk peminjaman dana, namun juga memiliki resiko serta bunga yang tinggi. Salah satu jasa yang terpercaya di Indonesia untuk peminjaman dana adalah Credit Union (CU). Credit Union merupakan sistem koperasi simpan pinjam yang meminjamkan dana kepada nasabah.

Fakultas Vokasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berkesempatan menjalin kerja sama dengan CU Prima Danarta, melalui MoU yang berlangsung pada Sabtu (14/05), bertempat di Ruang A201 UKWMS Kampus Dinoyo.

“Saya bersyukur dengan adanya kegiatan MoU ini menambah kerja sama UKWMS. Saya harap para mahasiswa dapat belajar banyak mengenai Credit Union Prima Danarta yang telah banyak membantu masyarakat,” ujar Dr. Lanny Hartanti, M.Si., selaku Wakil Rektor III  UKWMS saat sambutan. Proses penanda tanganan MoU dilakukan oleh Lanny Hartanti sebagai perwakilan dari UKWMS dan Drs. Johan Deretah, M.A. sebagai perwakilan dari CU Prima Danarta. Usai penandatanganan masing-masing institusi saling bertukar cenderamata.

Acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum yang disampaikan langsung oleh Johan. Ia menyampaikan mengenai awal terbentuknya CU, yang di prakarsai oleh Friedrich Wilhelm Raiffeisen. Raiffeisen menyadari bahwa untuk membantu masyarakat miskin bukan dengan terus-menerus memberi bantuan karena pola pikir mereka yang masih keliru. Sehingga ia memberikan pinjaman uang yang dapat digunakan untuk tujuan produktif dan memberikan penghasilan.

Kini CU telah banyak tersebar di wilayah Indonesia, salah satunya yang terbesar adalah CU Prima Danarta. “Kini layanan CU telah menyesuaikan dengan kemajuan dengan banyak akses digitalisasi. Kami berharap para kaum muda dapat memahami peran CU di masyarakat, seperti ikut terlibat dalam pemikiran dalam melakukan penelitian atau inovasi tentang koperasi,” jelas Johan. (Red1)