(UKWMS – 4/8/2026) – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) kembali menambah daftar Guru Besar. Sebanyak tiga Guru Besar dari Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik, dan Fakultas Farmasi akan dikukuhkan. Momen membanggakan ini disampaikan langsung kepada para awak media, dalam Konferensi Pers Pengukuhan Guru Besar UKWMS, pada Selasa (4/8), di Ruang Rapat Rektorat UKWMS Dinoyo.
Para Guru Besar tersebut adalah Prof. Ignatius Srianta, S.TP., MP., dalam bidang Mikrobiologi Pangan, lalu Prof. Ir. Dian Retno Sari Dewi, ST., Ph.D., IPM., dalam bidang Supply Chain Engineering, dan Prof. Dr. apt. Lannie Hadisoewignyo, S.Si., M.Si., dalam bidang Teknologi Farmasi Sediaan Solida.
“Merupakan suatu kebanggan bagi kami, akan mengukuhkan tiga Guru Besar sekaligus dalam bidang ketahanan pangan, efisiensi rantai pasok, dan teknologi industri farmasi. Kami berharap, para Guru Besar ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa,” tutur apt. Sumi Wijaya, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Rektor UKWMS dalam sambutannya.
Untuk semakin mengenal bidang masing-masing Guru Besar, dipaparkan melalui sesi presentasi. Prof Deasy – sapaan akrab Dian Retno memaparkan materinya yang berjudul Transformasi Product-Service Systems untuk Mewujudkan Keunggulan Industri yang Berkelanjutan.
Fokus penelitiannya ada pada Sustainable Supply Chain dan Product-Service Systems atau PSS Supply Chain. “Sederhananya, ini adalah pergeseran cara berpikir dari sekedar menjual produk, menjadi menyediakan solusi dan layanan. Dan, mempelajari bagaimana industri kita, khususnya industri sepeda motor Indonesia dapat bertransformasi ke arah itu sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Prof Deasy.
Selanjutnya, Prof Srianta memaparkan materinya yang berjudul Peran Strategis Mikrobiologi Pangan dalam Pembangunan Sistem Pangan Berkelanjutan. “Memberi makan ratusan juta penduduk di tengah ancaman krisis iklim adalah tantangan yang sangat besar. Di sinilah mikrobiologi pangan hadir membawa revolusi. Melalui teknologi berbasis mikroorganisme, kita bisa menjawab tantangan tersebut secara nyata. Meliputi food loss, mengolah food waste menjadi produk baru, meningkatkan keamanan pangan, serta memperkuat produksi pangan masa depan,” jelas Prof Srianta.
Terakhir, Prof Lannie yang memaparkan materinya dengan judul Peningkatan Nilai Farmasetika Pisang Agung Semeru (Musa paradisiaca) Melalui Pengembangan Eksipien Multifungsi dan Eksplorasi Potensi Antidepresan. Fokus penelitiannya adalah pemanfaatan sumber daya alam, khususnya kulit pisang. Bagian yang selama ini dibuang atau dianggap limbah organik, ternyata dapat diolah menjadi bahan bermutu farmasi.
“Dari limbah ini kami kembangkan dua hal, pertama eksipien atau bahan tambahan multifungsi yang berperan sebagai pengikat, pengisi, dan penghancur pada pembuatan tablet. Kedua, ekstrak kulit pisang sangrai yang pada uji praklinis menunjukkan potensi sebagai antidepresan,” papar Prof Lannie.
Dan dari penelitian Prof Lannie pula, lahir inovasi yang tidak ada dalam rencana. Yaitu, minuman serbuk kulit pisang sangrai dengan merek “Ini Kopi Kupi”. Kategori produknya sudah diakui dalam Peraturan BPOM No. 13 Tahun 2023 tentang Kategori Pangan.
Melalui penambahan tiga Guru Besar ini, harapannya semakin meneguhkan komitmen UKWMS sebagai institusi Pendidikan Tinggi yang berkontribusi dan berdampak bagi bangsa. Secara khusus, dapat memanfaatkan kekayaan alam Indonesia, diakses, dan dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia. (red1)





