Internasionalisasi Butuh Peran Semua Pihak

Internasionalisasi Butuh Peran Semua Pihak

(UKWMS – 29/8/2022) – Kantor Urusan Internasional Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (KUI UKWMS) berhasil meraih hibah dari European Union Support to Higher Education in the ASEAN Region (SHARE) pada tahun 2022. Dana hibah ini dimanfaatkan untuk mendukung implementasi proyek di bawah bimbingan tim SHARE Peer Multiplier Training (PMT), sebagai program internasionalisasi UKWMS.

Sebagai bagian dari program SHARE, KUI UKWMS mengadakan SHARE 2022 PMT Dissemination yang terdiri dari seminar internasional dan peer group discussion dengan topik “Internationalization at Home: Increasing the Level of Readiness at the Program Level”. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini terbagi dalam dua sesi, seminar pada sesi satu dan diskusi kelompok pada sesi dua. Hadir sebagai peserta yakni dosen dari berbagai fakultas serta tenaga kependidikan di UKWMS dan dosen dari universitas rekanan.

Seminar internasional ini mengundang Prof. Dr. Mohd Ariffin bin Abu Hassan selaku Associate Director, Global Education & Experience Universiti Teknologi Malaysia. Didampingi moderator Mateus Yumarnamto, Ph.D., Prof Ariffin melalui materinya secara spesifik mengusung topik Enculturation of Internasionalisation at Home: Transformative Agenda for Higher Education Institution. “Kita harus menangkap setiap kesempatan internasionalisasi, baik itu internasionalisasi di dalam kampus dan ke luar negeri. Dan butuh banyak kesiapan baik fasilitas, kurikulum termasuk sama halnya staf karena setiap departemen memainkan peran dalam internasionalisasi,” jelas Prof Ariffin.

Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya mengenai mahasiswa tetapi juga staf. Dan internasionalisasi merupakan salah satu indikator penilaian. “Kegiatan internasionalisasi secara branding dapat meningkatkan pandangan global, peringkat universitas, hingga reputasi akademik. Sedangkan dari segi kekuatan institusi mendukung visi universitas, penelitian yang lebih kuat, bahkan kerja sama strategis. Dan pada segi pendidikan berdampak pada kualitas pengajaran hingga kualitas lulusan,” ungkapnya.

Condro Wibowo menyampaikan peran semua pihak dalam internasionalisasi

Condro Wibowo menyampaikan peran semua pihak dalam internasionalisasi 

Masuk dalam sesi kedua, hadir Condro Wibowo, S.TP., M.Sc., Ph.D., selaku Head of Task Force for International Collaboration Universitas Jendral Soedirman. Serius tapi juga santai, begitulah gambaran ketika Condro mengajak para peserta untuk saling brainstorming tentang potensi internasionalisasi di fakultas masing-masing. Peserta diminta untuk menuliskan ide program, hal pendukung, dan juga hal penghambat kegiatan internasionalisasi menggunakan secarik kertas.

“Luar biasa sekali UKWMS dukungan dari rektor telah menjadi hal pendukung utama yang disebutkan semua kelompok,” puji Condro. Hal penghambat seperti keterbatasan bahasa bukan menjadi masalah besar asal dapat saling berkomunikasi dengan baik. “Para mahasiswa justru menjadi semakin percaya diri saat bisa berkomunikasi meskipun terbata-bata. Hal tersebut menjadi langkah yang bisa ditiru oleh tenaga kependidikan,” kata Condro. Internasionalisasi menjadi tugas semua pihak untuk saling bersinergi, saling membantu antar fakultas untuk berkembang. (Red/red1)