PMM Batch 2: Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya

PMM Batch 2: Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya

(UKWMS – 16/12/2022) – Selama satu semester ganjil, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Surabaya dan Madiun menerima total 37 mahasiswa dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan kedua. Sebarannya, 18 mahasiswa belajar di Kampus Surabaya, dan 19 mahasiswa belajar di Kampus Madiun. Masing-masing mahasiswa berada di program studi pilihan masing-masing.

Program PMM merupakan inisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, dalam memberikan kesempatan belajar bagi para mahasiswa di perguruan tinggi terbaik di Indonesia. “Program ini diyakini bermanfaat bagi pribadi-pribadi yang berinteraksi baik kepada universitas penerima, universitas pengirim, koordinator, mentor, tetapi juga berdampak bagi sosial,” ujar Drs. Kuncoro Foe G.Dip.Sc., Ph.D., Apt selaku Rektor UKWMS.

“Saya bersyukur karena mendapat kesempatan mengenal lebih dekat mahasiswa-mahasiswa dari universitas lain. Saya sungguh mengapresiasi teman-teman mahasiswa PMM berani keluar dari zona nyamannya, untuk belajar lebih banyak dan inilah generasi muda yang merdeka,” ujar Dr. Ir. Susana Ristiarini, M.Si., selaku Ketua Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian UKWMS.

Melalui program PMM, para mahasiswa diajak untuk melayani masyarakat, mempelajari pemecahan masalah dalam lingkup umum, serta mengimplementasikan setiap sila pada Pancasila. “Para mahasiswa telah menempuh 25 kegiatan. Kegiatan tersebut terdiri dari 14 kegiatan kebinekaan, tujuh kegiatan refleksi, tiga kegiatan inspirasi, dan satu kegiatan kontribusi sosial. Guna membekali mahasiswa terkait kepekaan serta kepedulian sosial dan pribadi,” terang Dra. Ir. Adriana Anteng Anggorowati, M.Si., IPU., selaku dosen modul Nusantara.

UKWMS dalam program PMM bekerja sama dengan 20 perguruan tinggi negeri dan swasta. Dalam rangka menutup program PMM, para mahasiswa memberikan beberapa tampilan acara yang menarik seperti fashion show dan tarian adat dari masing-masing daerah, guna mengimplikasikan nilai-nilai Pancasila. Mereka pun menggunakan baju adat daerah masing-masing untuk memberikan tampilan terbaik.

“Saya mewakili mahasiswa peserta PMM, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut serta membantu kami selama proses belajar mengajar di UKWMS selama satu semester. Kami telah belajar banyak hal dan kegiatan yang luar biasa, saya berharap program ini dapat terus terlaksana, sebagai sarana untuk mendukung pembentukan karakter mahasiswa yang lebih baik lagi,” terang Julita Fransiska perwakilan mahasiswa PMM menyampaikan kesannya. (Anw/red1)