UKWMS Konsisten Hasilkan Insinyur Tangguh

UKWMS Konsisten Hasilkan Insinyur Tangguh

(UKWMS – 27/3/2021) – Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FT UKWMS) kembali melantik para insinyur baru. Pelantikan kedua ini dilakukan secara daring. Tepat pada Sabtu (27/3) pagi, sebanyak 34 insinyur baru dilantik dalam agenda Pelantikan Insinyur Periode I Tahun Akademik 2020/2021. Walau digelar secara daring, tetapi tak mengurangi khidmatnya pelantikan.

34 Insinyur yang baru dilantik berasal dari 31 orang angkatan II dan 3 orang angkatan III. Pelantikan dan Pengambilan sumpah para insinyur baru dipimpin langsung oleh Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt., Rektor UKWMS dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Ir. Teguh Haryono, ST., MBA., IPU. Serta turut hadir pula secara daring Ketua PII Wiayah Jawa Timur Prof. Dr. Hj. Mohammad Bisri, M.Sc., IPU. Usai pelantikan, para insinyur baru secara bersama-sama mengenakan gordon kelulusan.

Pada kesempatan ini pula, para insinyur baru diberikan materi mengenai Sertifikasi, Registrasi, dan Peran Insinyur Profesional Indonesia. Jika para insinyur ingin melakukan Praktik Keinsinyuran di Indonesia, maka mereka harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang dikeluarkan oleh PII. Untuk memudahkan, PII bahkan membuka empat jalur untuk memperoleh STRI. 

Teguh turut mengungkapkan kondisi profesi Insinyur di Indonesia. “Dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, angka kita masih sangat kecil. Kami sangat senang UKWMS telah terus berjuang menghasilkan Insinyur karena negara kita sangat kekurangan,” ujarnya.  

 PII pun memiliki tujuh rekomendasi untuk Indonesia, yakni: Percepatan transformasi digital, Implementasi Rantai Pasok 4.0, Penguatan Industri (Manufaktur) Nasional yang mandiri, Penguatan Ketahanan Nasional Nir Militer, Transformasi Keinsinyuran Indonesia, kemudian Pengembangan Industri sesuai DNA Indonesia, dan Pembelajaran dari Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19.

Berhasil menyelesaikan pendidikan insinyur, tak berarti perjalanan telah usai. “UKWMS telah melahirkan insinyur-insinyur tangguh, semoga hal ini bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita bahwa kita insinyur Indonesia yang memperbaiki Indonesia, bukan bagian yang tidak melakukan apa-apa,” pungkasnya menutup materi. (Red)