IISMA 2021: Ambil Kesempatan yang Ada

IISMA 2021: Ambil Kesempatan yang Ada

Foto bersama peserta sharing session yang diadakan oleh KUI UKWMS(UKWMS – 28/10/2021) – Kantor Urusan Internasional Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (KUI UKWMS) kembali mengadakan acara sharing session dengan judul “Post-Pandemic Recovery: What Does it Look Like to Study Abroad?” pada Jumat (15/10) lalu. Digelar melalui platform zoom dan live streaming di youtube, dihadiri sebanyak 549 peserta. Pemilihan judul ini menyesuaikan dengan tema Dies Natalis ke-61 UKWMS, yaitu “Together with all components of the nation who care about post-pandemic recovery, WMSCU aims to foster a culture of sustainable innovation.”

Sharing session tahun ini mengundang enam mahasiswa UKWMS penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2021 sebagai narasumber. IISMA adalah salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagian dari pertukaran pelajar. Keenam narasumber adalah:

  1. Earlene Benedicta G.S.R. dari Program Studi Psikologi, penerima beasiswa IISMA di University of Szeged, Hungaria
  2. Komang Dita Irma S. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, penerima beasiswa IISMA di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda
  3. Ignatia Sherinka W. dari Program Studi Ilmu Komunikasi penerima beasiswa IISMA di University of Leeds, Inggris
  4. Louisa Alexis Tanuraharja dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, penerima beasiswa IISMA di University of Leicester, Inggris
  5. Fransisca Grace Agustin S. dari Program Studi International Business Management, penerima beasiswa IISMA di University of Pompeu Fabra, Spanyol
  6. Jesslyn dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, penerima beasiswa IISMA di Michigan State University, Amerika Serikat.

“Tidak ada yang instan, semua harus dipersiapkan. Itulah sebabnya sharing session malam ini, tujuan danKuncoro Foe Rektor UKWMS saat menyampaikan sambutan maksudnya adalah untuk itu, bagaimana you should prepare yourself to be the best and it’s not easy (kalian harus mempersiapkan diri kalian untuk menjadi yang terbaik dan itu tidak mudah-red),” tutur Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt., Rektor UKWMS saat sambutan. Hal ini disadari betul oleh Kuncoro, mengingat seleksi yang tidak mudah ditambah ada ribuan pendaftar.

Untuk memudahkan pembahasan, moderator Andhika Alexander Repi, S.Psi., M.Psi., Psikolog dosen Fakultas Psikologi UKWMS membagi acara menjadi tiga topik. Pertama adalah preparing my backpack yaitu membahas persiapan-persiapan menuju petualangan baru. Kedua adalah new life at the new place, yang membahas bagaimana berdinamika di tempat yang baru, dan di bagian ketiga adalah mengenai tips and tricks beserta pembelajaran.

“Untuk persiapan IISMA ini kita juga harus rajin mencari dan mengecek informasi, apa saja yang harus dipersiapkan, kapan perlu dilakukan. Karena seperti pengurusan visa saja, masing-masing Negara bisa berbeda persyaratan dan proses kerjanya,” ujar Jesslyn. Termasuk untuk tidak gugup saat melakukan wawancara dalam mengurus visa. “Saat ditanya jangan gugup, yang penting yakin saja, apalagi pertanyaan yang disampaikan bisa benar-benar berbeda antara satu orang dengan yang lainnya,” tambah Jesslyn.

Pada akhir sesi, para narasumber turut menyampaikan hal atau pembelajaran apa yang mereka dapat hingga bisa mengikuti program ini. “Bagi saya, setiap ada kesempatan langsung ambil, lakukan saja karena kalau tidak sekarang kapan lagi? Dan saya harus mendorong rasa percaya diri saya untuk bisa melakukan yang saya mau dan berkontribusi bagi universitas setibanya di Indonesia,” ungkap Sherin, sapaan Ignatia Sherinka.

Sebelum penutupan acara, Kepala KUI UKWMS tak lupa mengingatkan para peserta yang berminat mengikuti IISM tahun depan. “Kalian bisa mulai dari sekarang meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama, menyusun CV, dan mengambil tes bahasa Inggris karena antrian yang panjang dan yang melayani terbatas,” pungkas Erlyn. (Liza Anik Rosidah – Student Staff KUI/Red)