Pelajari Stategi Proses Internasionalisasi bagi Perguruan Tinggi

Pelajari Stategi Proses Internasionalisasi bagi Perguruan Tinggi

(UKWMS – 10/03/2022) – Proses internasionalisasi dalam bidang pendidikan kini merupakan salah satu focus Perguruan Tinggi di Indonesia. Tim dari DIES (Dialogue on Innovation on Higher Education Strategies) dan University of Potsdam, Jerman, yang berperan sebagai pengelola program National Multiplication Training (NMT), mendorong lulusan dari beragam program-program DIES sebelumnya untuk mengajukan proposal NMT.

Mateus Yunarmanto menjelaskan dan memberikan mentoring pada peserta workshop NMT

Mateus Yunarmanto menjelaskan dan memberikan mentoring pada peserta workshop NMT

Sekitar tujuh orang lulusan dari program DIES Management of Internationalization dan International Dean’s Course menjawab tantangan ini dengan bersama-sama mengajukan proposal dan berhasil disetujui. Ketujuh narasumber ini mengangkat tema “Internationalization Policies & Strategies to Support Emancipated Learning Educational Policy in Indonesia” yang diberikan dalam dua workshop. Workshop pertama diadakan pada tanggal 16-18 Pebruari 2022 dan workshop kedua pada bulan Juli 2022.

Program yang bertemakan dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM/Emancipated Learning) dari Kemdikbudristek ini berlangsung dengan lancer di Banda Aceh dengan Universitas Syiah Kuala sebagai tuan rumah. Target untuk mendatangkan peserta dari Perguruan Tinggi kecil dan menengah di Sumatera dan Kalimantan telah berhasil dicapai dengan kehadiran 22 peserta dari 17 Perguruan Tinggi. Keseluruhan program NMT ini diprakarsai oleh German Academic Exchange Service (DAAD) dan German Rectors’ Conference (HRK) serta mendapatkan dukungan pendanaan dari German Federal Ministry for Economic Development and Cooperation (BMZ).

Materi untuk workshop NMT ini diberikan oleh sembilan narasumber dari tujuh universitas di Indonesia, Jerman dan Malaysia, yakni Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Universitas Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, Leibnniz Univeristy of Hanover-Jerman, dan Universiti Teknologi Malaysia. Dua narasumber yang sekaligus juga menjadi mentor perwakilan UKWMS dalam workshop NMT ini adalah Erlyn Erawan, Psy.D., selaku Kepala Kantor Urusan Internasional UKWMS, dan Mateus Yumarnamto, S.Pd., M.Hum., Ph.D., selaku Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKWMS.

Erlyn Erawan saat memaparkan materi mengenai Internsionalisasi

Erlyn Erawan saat memaparkan materi mengenai Internsionalisasi

Materi bertemakan “Strategy & Implementation of Internationalization Programs of Higher Education Institution in Indonesia” yang disampaikan Erlyn menjelaskan pentingnya penyusunan rencana terperinci bagi Perguruan Tinggi yang ingin mengadakan kegiatan internasional. “Internasionalisasi sebenarnya adalah suatu proses, bukan tujuan akhir. Internasionalisasi tidak bisa dilakukan tanpa suatu pemikiran atau strategi, dan strategi ini yang membawa kita kepada suatu target. Keseluruhan proses inilah yang dimaksud internasionalisasi,” ujar Erlyn.

Materi yang juga tak kalah penting disampaikan Mateus bertemakan “Importance of Internationalization Program for Faculty Development”. Tentu hadirnya fakultas berperan besar dan penting dalam kelancaran kegiatan internasional, tapi kelancaran itu membutuhkan koordinasi dan komunikasi antara fakultas, prodi dan kantor urusan internasional. “Sebagai pimpinan di fakultas, penting untuk mengentahui kebutuhan dan budaya bekerja dalam unit kerja masing-masing selama proses internasionalisasi ini,”jelas Mateus.

Usai materi diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan ketujuh narasumber dan pelaksana NMT workshop dari Indonesia melakukan mentoring kepada peserta dalam kelompok-kelompok kecil. Mentoring ini bertujuan mendampingi peserta dalam proses pembuatan Program Action Plan (PAP) atau suatu projek di PT masing-masing yang bertujuan untuk mendukung proses internasionalisasi. Peserta nantinya akan melakukan projek ini dan melaporkan progresnya dalam pertemuan workshop kedua di bulan Juli. Proses mentoring terus dilakukan secara teratur oleh ketujuh narasumber dari Indonesia secara daring dari Pebruari sampai Juli 2022. (red1)