Perbedaan Harus Dirayakan

Perbedaan Harus Dirayakan

(UKWMS-12/07/08) – Ricky Adityanto mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FFil UKWMS) berhasil lolos program Study of the U.S. Institutes (SUSIs). Melalui program ini, Ricky berkesempatan untuk belajar di United States of America (USA) selama satu bulan, mulai 18 Juni hingga 20 Juli 2022. Indonesia mengirimkan delapan perwakilan termasuk Ricky dan membagi mereka dalam dua fokus studi, yakni Religion Pluralism dan Education and Future of Work. Ricky berfokus pada studi Religion Pluralism yang membawanya mengeksplorasi mengenai keberagaman kepercayaan religi di USA terutama di kota Philadelphia.

Pertama kali mengunjungi negeri Paman Sam, Ricky mengaku gugup sekaligus antusias untuk memulai perjalanan baru. “Program ini banyak menyinggung mengenai dialog inter-religius dan saya sudah punya banyak pengalaman berdialog dengan agama lain bahkan sejak dari keluarga, sehingga tidak ada persiapan khusus. Malah ketika menulis essai serasa seperti curhat,” ujar Ricky.

Tak melulu berada di satu tempat, Ricky turut mengunjungi tempat-tempat ibadah diantaranya adalah The Mother Bethel Church, Baha’i Centre, Synagogue, Buddhist Center, dan Later Day Saints Church. Pembelajaran yang paling penting menurutnya adalah penerimaan terhadap perbedaan, termasuk dalam hal religiusitas. “Perlu tahan dulu prasangka kita terhadap orang lain dan berani membuka diri dan mendengarkan orang lain. Banyak dialog ‘memanas’ karena prasangka buruk dan kesalah pahaman padahal bisa diatasi bila masing-masing pihak mau mendengarkan,” jelasnya.

Foto bersama para peserta Program SUSIs di Latter Day Saints Church

Ia mengatakan perbedaan itu harus dirayakan, karena semua diciptakan Tuhan unik. “Kita cenderung mencari persamaan tapi lupa kalau ada juga perbedaan, dan hal itu bukan jadi halangan untuk bersahabat. Saat mengunjungi US Constitution Centre, saya kagum dan merinding karena mendengar cerita usaha warga US mendefinisikan “We the People” sampai bisa memasukkan semua warganya tanpa memandang SARA dan gender,” ceritanya.

Kembali ke Indonesia, ia ingin menerapkan pelajaran berharga yang telah didapat untuk sekelilingnya. Hal termudah yang bisa diubah adalah membuka diri dan peka untuk menerima perbedaan, serta menjunjung nilai toleransi. Ricky juga berencana untuk membuat program dialog bersama rekan-rekan SUSIs. (red1)