Siapkan Diri Sedini Mungkin

Siapkan Diri Sedini Mungkin

(UKWMS – 5/3/2021) – Melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa diambil seusai menyelesaikan kuliah. Hal ini membutuhkan persyaratan seperti kepemilikan sertifikat IELTS. The International English Language Testing System (IELTS) adalah rangkaian tes yang dirancang untuk menguji kemampuan seseorang dalam berbicara, mendengar, membaca, dan menulis bahasa Inggris. Tes IELTS mungkin terlihat mudah, namun terkadang juga menjebak. Sehingga seringkali tidak banyak orang yang dapat melewati tes dengan nilai yang diinginkan.

Maka dari itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (PSPBI UKWMS) memberikan pelatihan IELTS secara daring dan gratis. Kegiatan bertajuk “Coaching IELTS” ini dapat diikuti oleh civitas akademika UKWMS maupun umum. Acara digelar dua sesi, sesi pertama pada Jumat (26/2) dan sesi kedua Jumat (5/3) lalu. Para peserta mendapatkan materi dari dua dosen FKIP UKWMS, yakni Andrias Tri Susanto, M.A., serta P. Hady Sutris Winarlim, M.Sc. dan salah satu guest speaker Domingo Enrique Grande, MBA.

“Persiapan sebelum melakukan tes IELTS itu sangat penting,” jelas Andrias saat memulai sesi pertama. Penting untuk membuat diri kita nyaman dan tenang sebelum tes. Baginya, mengkonsumsi sebatang coklat sebelum tes bisa meminimalisir rasa gugupnya. Selanjutnya, ia menjelaskan tentang trik-trik dalam mengerjakan soal listening. “Fokus sejak kalimat awal, sehingga kita tidak akan terlewat dengan kalimat-kalimat selanjutnya,” jelasnya. Ia pun mengajak partisipan untuk mengerjakan soal listening bersama.

Usai sesi pertama peserta diajak untuk bersantai sejenak dengan permainan pengetahuan umum di situs Kahoot. Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan dengan materi dari Domi. Domi merupakan pembicara tamu yang berasal dari Spanyol.

“Untuk belajar bahasa secara properly itu harus secara kontinuitas, atau terus berlangsung sepanjang hidup. Jika hanya sesaat saja, maka kita akan menjadi tidak terbiasa dan mudah lupa,” ucap Domi. Contohnya, ketika kita belajar Bahasa Inggris, namun jarang berkomunikasi dalam Bahasa Inggris maka kemampuan kita tidak akan berkembang. Hal ini pun juga penting untuk tes speaking pada IELTS. Domi pun mengajak beberapa partisipan yang dipilih secara acak untuk melakukan praktik speaking secara langsung.  Beberapa partisipan terlihat masih malu dan terbata-bata dalam berbicara, namun Domi membantu mereka dengan sabar. Domi juga menganjurkan untuk memeriksa waktu selama proses mengerjakan soal IELTS agar terbiasa dan mengetahui seberapa lama kita dapat menyelesaikan tes tersebut. (red1)